Beirut Peringatan keras kembali dikeluarkan militer Israel. Kali ini, warga di sejumlah desa di Lebanon selatan diminta jangan dulu pulang ke rumah mereka. Alasannya? Aktivitas militer masih berlangsung, kata mereka. Padahal, gencatan senjata sudah diperpanjang pekan ini. Situasi masih tetap panas.
Lewat akun X-nya, juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyampaikan larangan itu secara gamblang. Warga dilarang mendekati beberapa area. Termasuk kawasan Sungai Litani, Lembah Salhani, dan Saluki. Bukan cuma itu, lebih dari 50 desa di sekitarnya juga masuk daftar hitam. Suasana di sana, katanya, belum aman.
Namun begitu, di sisi lain, militer Israel justru melancarkan serangan. Tiga lokasi berbeda di Lebanon selatan jadi sasaran pada malam hari. Target mereka? Peluncur roket yang diklaim milik Hizbullah. Klaim ini tentu saja memicu reaksi beragam.
Menurut laporan kantor berita resmi Lebanon, National News Agency, kota Houla di wilayah Marjayoun ikut terkena tembakan artileri Israel. Dentuman keras terdengar, kata sejumlah saksi. Warga di sana kembali hidup dalam ketakutan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengumumkan kabar baik. Pada Kamis lalu, dia bilang Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata. Durasi tambahannya tiga pekan. Kesepakatan ini lahir setelah putaran kedua negosiasi tingkat tinggi di Gedung Putih. Semua pihak sempat optimis.
Tapi kenyataan di lapangan lain lagi. Gencatan senjata awal yang hanya 10 hari diumumkan pada 16 April. Namun begitu, pelanggaran sudah terjadi di sana-sini. Laporan dari berbagai sumber menyebutkan, tembakan masih terdengar. Orang masih terluka. Perdamaian, sepertinya, masih jauh dari kata sempurna.
Artikel Terkait
Halalbihalal Perantau Sumbagsel di Palembang Jadi Ajang Percepatan Pembangunan Kawasan
PKS Dukung Usulan KPK soal Pembatasan Jabatan Ketua Umum Partai Dua Periode
Kapal Tanker Minyak Dibajak di Lepas Pantai Somalia, Ancaman Pembajakan Maritim Meningkat
Sendang Sreto di Lamongan: Dari Sendang Irigasi Kini Jadi Wisata Desa Andalan yang Dongkrak PAD