Jakarta dan Banten bersiap. Status 'Awas' telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang bakal menghantam sebagian besar wilayah Indonesia mulai 23 hingga 29 Januari 2026 mendatang. Ancaman hujan sangat lebat hingga ekstrem menjadi alasan utama penetapan status tertinggi ini.
Menurut keterangan tertulis BMKG, dinamika atmosfer dalam skala yang berbeda-beda masih punya pengaruh kuat. Di level global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) menguat pada fase negatif, mengindikasikan La Niña lemah.
"Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, terutama bagian timur," tulis BMKG.
Namun begitu, ancaman yang lebih langsung justru datang dari dua bibit siklon tropis yang sedang dipantau. Yang pertama, Bibit Siklon Tropis 91S, terpantau bergerak di Samudra Hindia selatan Sumbawa. Tekanan udaranya rendah dan kecepatan anginnya mencapai 30 knot. Menurut analisis, dalam 2 sampai 3 hari ke depan potensinya untuk tumbuh menjadi siklon tropis tergolong tinggi.
Dampaknya sudah terasa. Kecepatan angin di atas 25 knot dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari perairan selatan Jawa Timur hingga Flores. Bibit siklon ini juga memicu pertemuan dan perlambatan angin di beberapa zona, yang jadi pemicu utama awan hujan.
Di sisi lain, ada lagi Bibit Siklon 92P yang terpantau di Teluk Carpentaria. Meski potensi penguatannya dalam 24-72 jam ke depan dikategorikan rendah, bibit ini tetap berkontribusi pada peningkatan kecepatan angin dan pola angin tak stabil di wilayah Laut Banda, Arafuru, hingga Papua bagian selatan.
Lalu, ada faktor monsun Asia yang diprediksi menguat dalam sepekan ke depan. Ditambah dengan fenomena Cross Equatorial Northerly Surge (CENS), massa udara lembab dari utara akan lebih mudah dan cepat menuju Indonesia bagian selatan.
Artikel Terkait
Vietnam Makin Gampang Dijangkau Berkat Kolaborasi Maskapai Besar
Tiket Mudik Lebaran 2026 Sudah Bisa Dibeli Mulai Hari Ini
Pakar UGM Peringatkan Aturan Impor BBM Bisa Usir Investor Minyak Global
Tim SAR Berjuang di Tengah Cuaca Ekstrem, Evakuasi Korban Longsor Cisarua Terus Digenjot