Sendang Sreto di Lamongan: Dari Sendang Irigasi Kini Jadi Wisata Desa Andalan yang Dongkrak PAD

- Sabtu, 25 April 2026 | 23:45 WIB
Sendang Sreto di Lamongan: Dari Sendang Irigasi Kini Jadi Wisata Desa Andalan yang Dongkrak PAD

Lamongan – Dulu cuma sendang desa biasa. Namanya Sendang Sreto, di Desa Pule, Kecamatan Modo. Fungsinya waktu itu cuma ngairi sawah dan jadi sumber air warga sehari-hari. Tapi sekarang? Tempat ini berubah jadi destinasi wisata yang ramah di kantong. Uniknya, meskipun sudah jadi tempat rekreasi, nuansa kearifan lokalnya tetap dipertahankan.

Luasnya memang nggak seberapa. Tapi jangan salah, Sendang Sreto ini setiap bulan mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD). Lumayan buat kas desa, kan?

Wisata ini sebenarnya bagian dari rencana Pemerintah Desa Pule untuk membangun kawasan desa wisata. Konsepnya sederhana: pengunjung diajak merasakan pengalaman autentik. Ada atraksi alam, ada akomodasi, dan semua fasilitas pendukungnya menyatu dengan kehidupan warga lokal. Bukan sekadar tempat selfie, tapi juga belajar tentang tradisi dan budaya setempat.

Di sisi lain, masyarakat desa nggak cuma jadi penonton. Mereka justru jadi subjek utama yang mengelola tempat ini. Semua demi meningkatkan perekonomian desa secara berkelanjutan. Nah, karena dikelola oleh BUMDes setempat, wajar kalau tempat ini mulai banyak dikunjungi wisatawan domestik. Uang masuk dari parkir, wahana, retribusi PKL, sampai sewa aula pertemuan semuanya dikelola rapi.

Suasananya? Coba bayangkan: air jernih dari sendang, pohon-pohon rindang di sekeliling, ditambah puluhan ikan koi berenang ke sana kemari. Bikin betah. Banyak pengunjung yang akhirnya berlama-lama di sini, sekadar duduk-duduk atau main air.

Menurut Kepala Desa Pule, Sutrisno, dampaknya nggak cuma soal PAD. Wisata Sendang Sreto juga membuka lapangan kerja baru.

“Otomatis kita butuh tukang parkir. Warga lain bisa jualan makanan. Ini peluang kerja buat warga saya,” ujarnya, Sabtu, 25 April 2026. “Pengunjungnya datang dari sekitar desa, bahkan ada dari luar Lamongan kayak Bojonegoro sama Tuban.”

Tapi pemerintah desa sadar, mereka nggak bisa santai. Kalau mau makin banyak yang datang, wahana harus ditambah. Fasilitas juga harus dilengkapi. Makanya, mereka terus berbenah.

“Kita masih terus melakukan pembenahan. Rencananya, mau ada petik buah di sekitar lokasi. Jadi selain main air, wisatawan bisa petik buah langsung dari pohonnya,” imbuh Sutrisno.

Usaha Desa Pule ini ternyata diapresiasi juga oleh Pemkab Lamongan. Bupati Yuhronur Efendi mendukung penuh pengembangan Sendang Sreto. Salah satu bentuk dukungannya? Tempat ini akan dipromosikan lewat Dinas Pariwisata setempat, bahkan dimasukkan ke dalam agenda kunjungan wisata tahunan. Lumayan, kan, buat nambah popularitas desa.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar