Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman, Impor Beras Dibatalkan

- Rabu, 11 Maret 2026 | 07:50 WIB
Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman, Impor Beras Dibatalkan

Pemerintah menyatakan stok pangan nasional aman hingga akhir 2026. Kabar ini tentu melegakan, apalagi melihat dua komoditas krusial: beras dan minyak goreng. Stoknya diklaim tak hanya memadai, tapi bahkan terus bertambah.

Faktanya, berdasarkan data terbaru Bulog per 9 Maret 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mereka kendalikan sudah mencapai angka 3,74 juta ton. Dan itu belum berhenti. Proyeksinya, angka ini masih akan naik.

“Dengan adanya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan yang terus kami lakukan, kami memproyeksikan stok tersebut akan meningkat,” jelas Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, di Jakarta, Rabu (10/3/2026).

“Pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton,” tambahnya.

Rizal menegaskan, pihaknya sedang menggenjot penyerapan hasil panen dalam negeri. Upaya ini jadi kunci penguatan cadangan. Alhasil, dengan kondisi yang terus membaik itu, rencana impor beras tahun ini dipastikan batal. Indonesia, kata mereka, kembali pada posisi swasembada. Produksi dalam negeri dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan.

Lalu bagaimana dengan minyak goreng? Di sisi lain, komoditas ini juga diklaim aman. Pasokan Minyakita, minyak goreng bersubsidi itu, tetap mengalir setiap bulannya. Mekanismenya lewat kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan.

Berkat kebijakan itu, Bulog mendapat jatah sekitar 46 juta liter per bulan. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk menjaga pasokan dan mencegah gejolak harga, meski permintaan masyarakat terbilang tinggi.

Tak cuma beras dan minyak, pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bahan pokok lain juga dalam kondisi cukup. Harganya relatif stabil, tidak ada lonjakan yang berarti di berbagai daerah.

Melihat situasi ini, pemerintah pun mengimbau. Masyarakat diminta tetap tenang dan menghindari panic buying. Tidak ada alasan untuk menimbun karena ketersediaan dinilai aman.

“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya,” tegas Rizal.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar.”

Pesan itu jelas: semua terkendali. Pemerintah memastikan pemantauan stok dan distribusi akan terus berjalan, agar kebutuhan pokok kita semua benar-benar terpenuhi dengan baik.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler