Gubernur DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Tak Naik di Seluruh Trayek

- Jumat, 12 Juni 2026 | 18:20 WIB
Gubernur DKI Pastikan Tarif Transjabodetabek Tak Naik di Seluruh Trayek

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pemerintah provinsi masih mengkaji penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek, namun memastikan bahwa tidak seluruh trayek akan mengalami kenaikan. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai kemungkinan kenaikan tarif secara menyeluruh.

“Tarif segera difinalkan. Sementara masih tarif yang sama, dalam waktu segera akan segera diputuskan,” ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/6/2026). Ia menegaskan, “Tetapi saya ingin meluruskan sekali lagi bahwa yang Transjabodetabek tidak semuanya kemudian nantinya apa tarifnya itu naik.”

Menurut Pramono, penyesuaian tarif yang tengah dirumuskan akan diselaraskan dengan kebijakan tarif Transjakarta. “Kalau ada penyesuaian, tentunya sama dengan Transjakarta,” katanya, mengindikasikan bahwa skema tarif kedua moda transportasi umum tersebut akan diharmonisasikan.

Di sisi lain, Gubernur mengungkapkan bahwa jumlah penumpang untuk rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta tercatat melampaui target awal. “Evaluasinya sebenarnya sederhana saja, peminatnya tinggi banget. Dulu kan target kita 2.000 per hari, ternyata lebih dari itu. Karena memang aktivitas orang ke bandara kan tinggi,” jelasnya.

Pramono menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap rute tersebut tidak terlepas dari tarif yang terjangkau serta kecepatan akses yang ditawarkan. “Sekarang ini yang menggunakan bus itu dibandingkan transportasi lain, mereka lebih rata-rata lebih cepat karena punya akses sendiri dan itu keuntungannya,” tuturnya.

Sementara itu, ia berharap pemerintah daerah penyangga Jakarta turut berperan aktif dengan menyiapkan halte-halte yang memadai. Pramono juga menyambut baik apabila daerah penyangga bersedia memberikan subsidi untuk operasional Transjabodetabek. “Kalau penyangga mau ikut, ya Alhamdulillah. Pokoknya gini lah, saya sebagai Gubernur Jakarta selama kita masih bisa, tentunya saya akan menyelesaikan. Saya cuma mengharapkan segini aja, daerah-daerah penyangga halte-haltenya dipersiapkan, udah itu aja,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Pramono meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) pada Kamis (12/3). Selama tiga bulan pertama operasional, tarif bus tersebut ditetapkan sebesar Rp3.500 untuk sekali perjalanan. “Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama tiga bulan, terutama dalam rangka menyambut Idul Fitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp3.500 selama tiga bulan ini,” kata Pramono di Terminal Blok M, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan bahwa setelah masa uji coba tiga bulan berakhir, Pemprov DKI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tarif. Mengingat besarnya subsidi yang dikeluarkan untuk rute tersebut, kemungkinan penyesuaian tarif akan menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan dalam evaluasi tersebut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar