Harga minyak dunia yang melonjak usai serangan ke Iran sempat bikin was-was. Tapi, pemerintah kita tampaknya masih tenang-tenang saja. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, belum ada rencana untuk mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kita masih aman, masih kuat,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa kemarin.
Menurutnya, kenaikan harga yang sempat sentuh USD 100 per barel itu baru terjadi beberapa hari. Sementara, asumsi harga minyak dalam APBN dihitung rata-rata untuk setahun penuh, yaitu di angka USD 70 per barel. “Ini kan baru beberapa hari saja. Jadi belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Jadi kita masih bisa absorb,” tegasnya.
Di sisi lain, mengutak-atik APBN jelas bukan perkara gampang. Purbaya menekankan, perlu analisis khusus sebelum memutuskan sesuatu. Pemerintah harus memastikan dulu, berapa lama kenaikan harga ini akan bertahan. Soalnya, kondisi bisa berubah cepat. Setelah melonjak, harga minyak dunia sudah kembali turun dengan cepat, terutama setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perang tak akan berlangsung lama.
“Jadi kita lihat pastikan, betul enggak naik, betul nggak turun,” jelas Purbaya. “Begitu beberapa hari, beberapa minggu naik. Ya sudah kita bisa antipasti naik terus. Ini kan enggak, naik, tiba-tiba turun lagi.”
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Pimpin Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara
Mantan Dirjen Aptika Kominfo Divonis 6 Tahun Penjara Kasus Korupsi PDNS
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Perparah Krisis Pangan dan Bantuan di Gaza
Komisi XI Gelar Fit and Proper Test untuk Lima Posisi Pimpinan OJK