Motor Pemberian Kapolres Malah Dipakai Ngojek, Gubernur Jawa Barat Syok Dengar Pengakuan Suderajat

- Kamis, 29 Januari 2026 | 12:00 WIB
Motor Pemberian Kapolres Malah Dipakai Ngojek, Gubernur Jawa Barat Syok Dengar Pengakuan Suderajat

Pertemuan itu berlangsung hangat, tapi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi justru dibuat bengong. Saat bertemu Suderajat, si penjual es kue viral asal Bogor itu, ada satu hal yang mengusik benaknya: kabar soal motor pemberian Kapolres.

Ya, kita semua tahu, setelah dirundung fitnah, hidup Suderajat berubah. Bantuan berdatangan. Salah satunya, sebuah sepeda motor Yamaha Mio warna Tosca yang diberikan langsung oleh Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, pada Selasa lalu.

Nah, kabar inilah yang sampai ke telinga sang Gubernur. Saat bertemu, pria yang akrab disapa KDM itu pun menyinggungnya.

Tapi reaksi Jajat panggilan akrab Suderajat sungguh di luar dugaan.

"Saya mah orang miskin pak," ucap Jajat polos.

KDM pun menyambung, "Iya orang miskin, tapi sekarang enggak miskin lagi, udah punya motor dari Kapolres Metro."

"Boro-boro punya motor, jalan kaki," imbuhnya lagi.

Dedi Mulyadi syok. Percakapan pun berlanjut, hingga akhirnya Jajat mengakui. "Iya," katanya, mengiyakan pemberian motor itu.

Lalu, Motor Itu Dibawa Siapa?

Di sinilah ceritanya jadi menarik. Ternyata, motor pemberian itu tak ada di tangan Jajat.

"Terus motornya di mana sekarang?" tanya KDM penasaran.

"Dipakai sama anak," jawab Suderajat singkat.

Anak nomor duanya, katanya, yang membawa motor itu. Dan tujuannya? Untuk cari tambahan dengan mengojek.

"Katanya buat ngojek," cerita Jajat blak-blakan.

KDM pun memastikan, "Oh jadi motor yang dari Kapolres Metro buat ngojek?"

"Buat ngojek," tegas Jajat.

Pertemuan antara gubernur dan penjual es kue ini sendiri diungkap oleh Ketua RW setempat, M Ali Akbar. Menurutnya, KDM tak cuma ngobrol biasa. Dia memberikan masukan, motivasi, dan tentu saja, bantuan modal usaha dalam bentuk uang.

"Alhamdulillah ada, difasilitasi ada, ada bantuan juga ada, tapi kita gak bisa nunjukkan nominalnya," ungkap Ali Akbar.

Semua ini berawal dari sebuah insiden memilikan. Suderajat menjadi viral setelah difitnah dan diduga dianiaya oknum aparat di Kemayoran, Jakarta Pusat. Dia dituduh menjual es kue berbahan spons yang tak layak makan.

Namun begitu, hasil pemeriksaan Labfor Polri dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuktikan sebaliknya. Es kue Jajat aman dikonsumsi.

Pasca kejadian, dua oknum aparat yang terlibat Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo telah datang dan meminta maaf langsung kepadanya. Kisahnya pun berbalik dari nestapa menjadi sebuah keberuntungan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar