Eko Yuli Irawan Ukir Sejarah Lagi dengan Perunggu di SEA Games 2025

- Minggu, 14 Desember 2025 | 14:54 WIB
Eko Yuli Irawan Ukir Sejarah Lagi dengan Perunggu di SEA Games 2025
Eko Yuli Irawan Tambah Koleksi di SEA Games 2025

Lagi-lagi, Eko Yuli Irawan menghadirkan kebanggaan. Di ajang SEA Games 2025 Thailand, lifter senior berusia 36 tahun itu berhasil membawa pulang medali perunggu. Ia bertanding di kelas 65 kilogram putra pada Minggu (14/12) lalu.

Total angkatannya mencapai 304 kg. Rinciannya, 138 kg di bagian Snatch dan 166 kg di Clean & Jerk.

Namun begitu, podium tertinggi harus diakui menjadi milik tuan rumah. Atlet Thailand, Patsaphong Thongsuk, berhasil merebut emas dengan selisih tipis. Total angkatannya 307 kg, yang terdiri dari 134 kg (Snatch) dan 173 kg (Clean & Jerk).

Sedangkan medali perak jatuh ke tangan atlet Malaysia, Muhamad Aznil Bidin. Ia mengangkat total 306 kg. Uniknya, meski angkatan Clean & Jerk-nya sama dengan sang peraih emas (173 kg), angkatan Snatch yang lebih rendah, 133 kg, menempatkannya di posisi kedua.

Bagi Eko, medali ini bukan sekadar tambahan biasa. Ia seolah mengukir sejarahnya sendiri di setiap ajang SEA Games. Sejak debutnya pada 2007, koleksi medali pria asal Lampung ini sungguh mengagumkan: tujuh emas, satu perak, dan kini satu perunggu. Sebuah catatan karier yang langka dan penuh dedikasi.

Sebelum keberhasilan Eko, kontingen angkat besi Indonesia sebenarnya sudah meraih dua medali sehari sebelumnya.

Luluk Diana berhasil naik ke podium tertinggi di kelas 48 kg putri, menyumbangkan emas. Sementara di kelas 60 kg putra, Ricko Saputra membawa pulang medali perak.

Peluang untuk menambah pundi-pundi medali masih terbuka lebar. Masih ada sejumlah atlet andalan yang belum tampil, seperti Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin. Mereka diharapkan bisa melanjutkan tren positif ini. Jadi, masih ada yang ditunggu dari cabang angkat besi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler