Polisi berhasil mencegah aksi tawuran yang nyaris terjadi di kawasan Bogor Tengah, dini hari tadi. Tujuh remaja, lima laki-laki dan dua perempuan, diamankan saat sedang berkumpul di sebuah lokasi.
Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Eko Agus, membenarkan kabar ini. Menurutnya, para pelaku diamankan di Jalan Ciwaringin.
"Telah diamankan 5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan yang akan melakukan tawuran di Jl Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah," ujar Eko, Selasa (25/11/2025).
Kronologinya, mereka berkumpul di depan sebuah Sekolah Dasar sekitar pukul 01.12 WIB. Rupanya, mereka sudah janjian untuk bentrok dengan kelompok lain dari Menteng Street. Lokasi yang dituju adalah daerah Manunggal. Sayangnya bagi mereka, rencana itu gagal total.
Tim piket Polsek Bogor Tengah lebih cepat bertindak. Mereka keburu diamankan sebelum sempat berbuat onar.
Yang cukup mengkhawatirkan, polisi menemukan tiga buah celurit yang disembunyikan dengan rapi. Senjata tajam itu ditaruh di dalam pot bunga dekat SD tersebut, tak jauh dari sebuah pabrik es.
"Kemudian di sekitar lokasi ditemukan tiga buah celurit yang disembunyikan di pot bunga dekat SD sekitar pabrik es," lanjut Eko.
Dari hasil pemeriksaan sementara, ketujuh remaja ini ternyata bagian dari sebuah geng. Kelompok mereka bernama PSB atau Pemuda Strong Boy, dengan ketua berinisial DH (20).
"Hasil wawancara, mereka tergabung di grup PSB atau Pemuda Strong Boy dengan ketua saudara DH (20) yang bermarkas sekitar SD. Kelompok baru berdiri sekitar satu bulanan. Kelompok tersebut sudah beberapa kali tawuran," papar Eko.
Nah, si ketua geng, DH, justru tidak ada di lokasi saat penangkapan. Polisi masih menyelidiki di mana keberadaannya. Senjata tajam yang disita itu konon dibawa oleh DH dan seorang lainnya berinisial YG.
"Saudara DH tidak ada di lokasi saat kejadian, masih penyelidikan. Dijelaskan oleh mereka senjata tajam tersebut dibawa ke lokasi oleh DH dan YG," imbuhnya.
Saat ini, ketujuh remaja tersebut masih ditahan di Mapolsek Bogor Tengah untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi tak hanya berhenti di situ. Rencananya, mereka akan memanggil orang tua masing-masing pelaku. Tujuannya jelas, untuk memberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Mengamankan pelaku dan barang bukti. (Kemudian) Akan memanggil keluarga pelaku dan koordinasi dengan Dinsos Kota Bogor untuk pembinaan," pungkas Eko menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Tersangka Curanmor Kabur dari Mapolsek Cibinong, Diringkus di Jakarta Selatan
KPK Tahan Dua Tersangka Baru Suap Pengadaan Smart TV Muara Enim, Termasuk Auditor BPK
Menteri Imipas: 815 Pegawai Kena Sanksi, 90 Dipecat karena Langgar Aturan
POJK Baru Berlaku 2026, Rekening Tabungan Nasabah Diklasifikasikan Jadi Tiga Status