Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Perparah Krisis Pangan dan Bantuan di Gaza

- Selasa, 10 Maret 2026 | 21:20 WIB
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Perparah Krisis Pangan dan Bantuan di Gaza

GAZA Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang kian panas, ternyata menambah nestapa warga Gaza. Coba lihat ke pasar-pasar di sini. Kerumunan orang berdesakan, berburu sembako yang masih tersisa. Wajah mereka penuh kecemasan. Pasalnya, harga melambung tinggi hanya dalam beberapa hari, sementara barang-barang di rak toko makin menipis. Parahnya lagi, jalur perbatasan untuk bantuan kembali ditutup rapat.

Lonjakan harga itu terjadi begitu cepat, begitu drastis. Menurut laporan dari lapangan, beberapa barang pokok mulai langka. Bahkan ada yang sudah hilang sama sekali dari peredaran. Padahal, Gaza hampir sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar. Mulai dari makanan, obat-obatan, sampai bahan bakar, semuanya masuk lewat truk-truk dari Israel dan Mesir. Jadi, begitu akses diperketat, dampaknya langsung terasa. Bukan cuma di pasar, tapi sampai ke rumah sakit dan saluran air bersih.

Kran bantuan ini tertutup sejak 28 Februari lalu, bersamaan dengan serangan AS dan Israel ke Iran. Penutupan itu bukan cuma menghentikan kiriman makanan, tapi juga memutus harapan ribuan pasien yang perlu dievakuasi untuk perawatan serius.

Memang, perlintasan Kerem Shalom atau Karem Abu Salem bagi warga Palestina kini dibuka kembali secara terbatas. Tapi jangan bayangkan lalu lintasnya lancar. Aksesnya sangat dibatasi. Sementara itu, pos perbatasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir, masih tertutup sama sekali. Bagi para pekerja kemanusiaan, jumlah bantuan yang bisa masuk sekarang ini jauh dari memadai.

Hanan Balkhy, Direktur regional WHO untuk Mediterania Timur, memberi gambaran yang suram.

Dia juga menyebut, sekitar 18.000 orang termasuk anak-anak yang terluka dan penderita penyakit kronis masih mengantri, menunggu kesempatan untuk dievakuasi keluar Gaza.

Sayur dan Buah Kini Jadi Barang Mewah

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar