“Dengan stok beras yang kuat serta dukungan pasokan minyak goreng melalui kebijakan DMO, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan," kata Ahmad.
"Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.”
Nah, kalau dua komoditas pokok itu aman, bagaimana dengan bahan kebutuhan lainnya? Pantauan di lapangan menunjukkan persediaan sembako lain juga terbilang memadai. Harganya pun masih relatif normal, tidak ada gejolak yang berarti.
Menyikapi kondisi yang cukup stabil ini, imbauan pun kembali disuarakan. Masyarakat diharapkan bisa berbelanja secara cerdas: beli sesuai kebutuhan, hindari penimbunan. Panic buying justru bisa memicu masalah yang sebenarnya tidak ada.
“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” tegas Ahmad.
Ke depan, Bulog bersama pemerintah berjanji akan terus menjaga keseimbangan ini. Strateginya bermacam-macam, mulai dari memperbaiki sistem distribusi, menyerap hasil panen petani lokal secara maksimal, hingga menjalankan program-program lain yang bertujuan menstabilkan situasi pangan nasional. Semua itu dilakukan agar ketahanan pangan benar-benar terjaga, tidak hanya di atas kertas.
Artikel Terkait
AS Gunakan Rudal PrSM untuk Pertama Kali dalam Serangan ke Iran
Tiga Calon Debutan Bersaing Ketat di Skuad Sementara Timnas Indonesia
Iran Bantah Klaim Trump, Tegaskan Mereka yang Tentukan Akhir Perang
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp811,9 Triliun