Airbus Gemparkan China! Pabrik Baru Ini Bakal Produksi Pesawat Andalan Dunia

- Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:40 WIB
Airbus Gemparkan China! Pabrik Baru Ini Bakal Produksi Pesawat Andalan Dunia

Airbus Resmikan Pabrik Perakitan A320 Baru di Tianjin China

Airbus secara resmi telah membuka Lini Perakitan Akhir (FAL) terbaru untuk pesawat A320 di kota Tianjin, China. Peresmian fasilitas produksi pesawat terbaru ini menandai komitmen kuat Airbus dalam mengembangkan pasar penerbangan sipil China.

Kapasitas Produksi Airbus di China Meningkat Dua Kali Lipat

Fasilitas FAL Tianjin ini merupakan lini perakitan kedua Airbus di China dan kawasan Asia. Keberadaan pabrik baru ini akan menggandakan kapasitas produksi pesawat A320 dan variannya di wilayah China, memperkuat posisi Airbus dalam industri penerbangan regional.

Proses Perakitan Pesawat di Fasilitas Baru Airbus

Di lini perakitan baru ini, pesawat akan melalui berbagai tahap produksi penting. Prosesnya meliputi perakitan komponen utama seperti badan pesawat dan sayap, dilanjutkan dengan pengecatan, pengujian menyeluruh, hingga akhirnya siap dikirimkan kepada pelanggan di China dan negara-negara sekitarnya.

Target Produksi Airbus 75 Pesawat per Bulan pada 2027

CEO Airbus Guillaume Faury menyatakan optimisme melalui pernyataannya: "Kehadiran lini perakitan kedua di Tianjin dalam sistem produksi global kami memberikan fleksibilitas dan kapasitas yang diperlukan untuk mencapai target produksi 75 pesawat A320 setiap bulan pada tahun 2027."

Jaringan Produksi Global Airbus yang Terus Berkembang

Dengan dibukanya fasilitas ini, jaringan produksi A320 Airbus kini mencakup 10 lini perakitan akhir yang tersebar di berbagai negara: empat di Jerman, dua di Prancis, dua di Amerika Serikat, dan dua di China. Fasilitas produksi di Tianjin sendiri berkontribusi sebesar 20 persen terhadap total produksi global perusahaan.

Persiapan untuk memulai perakitan pesawat pertama di pabrik baru ini saat ini sedang berlangsung, menandai babak baru dalam ekspansi industri penerbangan di kawasan Asia Pasifik.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler