Suasana di SDN 07 Pagi Palmerah pagi itu riuh rendah. Wajah-wajah ceria para murid tak bisa menyembunyikan antusiasme mereka. Mereka sedang menunggu kedatangan sesuatu yang ditunggu: Makan Bergizi Gratis atau MBG dari SPPG Polri Palmerah.
Rabu, 25 Februari 2026. Meski bulan Ramadan, distribusi MBG ternyata tetap berjalan. Sorak-sorai kecil pun pecah ketika paket-paket makanan mulai dibagikan. Beberapa anak bahkan saling berebut, ingin jadi yang pertama mendapatkannya. Para guru dengan sigap membagikannya satu per satu, mencoba menertibkan kerumunan kecil yang penuh semangat itu.
Di antara kerumunan, ada Anisa Paramitha. Murid kelas 2 ini terlihat sumringah, memegang erat paket MBG-nya.
"Senang banget," ujarnya singkat, matanya berbinar.
Anisa bercerita, meski sedang berpuasa, dia tetap senang dapat jatah hari ini. Menu favoritnya? Puding melon dan susu. "Aku paling suka susu sama puding melon," tuturnya. Rencananya, makanan itu akan dia santap nanti saat berbuka. "Aku makan nanti pas buka puasa. Seneng banget. Terima kasih Pak Prabowo," kata Anisa.
Kegembiraan serupa terpancar dari Firly Ratu Anandita, teman sekelas Anisa. Gadis kecil ini juga mengaku sangat menyukai menu yang dibagikan. Pilihannya tak jauh beda: susu dan puding.
"Aku paling suka sama susu sekolahnya sama puding," ungkap Firly.
Sama seperti Anisa, Firly juga sedang berpuasa. Dia memutuskan akan menikmati semua isi paketnya nanti saat waktu berbuka tiba. "Seneng banget dapat ini, terima kasih Pak Prabowo," imbuhnya.
Jaminan Gizi di Balik Kemasan
Lantas, bagaimana dengan kualitas gizinya di bulan puasa? Mustaqim, Kepala SPPG Polri Palmerah, menegaskan bahwa standar itu sama sekali tidak turun. Menurutnya, proses pengecekan bahan baku dari supplier dilakukan seperti biasa. Baru setelah dinyatakan layak, bahan-bahan itu diolah.
"Jadi selama Ramadan ini, menu kering tetap kami olah sendiri di sini," jelas Mustaqim.
Dia memastikan, untuk menjaga kualitas gizi, SPPG sama sekali tidak menggunakan makanan ultraproses. Semua diolah secara mandiri dengan mengutamakan bahan segar. "Kami menjaga agar makanannya tidak terlalu manis atau asin. Intinya, tetap layak dan bergizi untuk penerima manfaat," tuturnya.
Soal keamanan, ada prosedur ketat yang diterapkan. Semua makanan akan melalui rapid tes yang memeriksa empat kandungan berbahaya: nitrit, formalin, sianida, dan arsenik. Pengecekan ini dilakukan oleh tim Dokkes Polres Metro Jakarta Barat.
Nah, agar anak-anak tidak bosan, menu yang disajikan juga diubah setiap hari. Mustaqim menyebut, tidak ada pengulangan menu dalam satu minggu. "Kami produksi setiap hari, distribusi setiap hari. Ini juga untuk menjaga kualitas hasil produksi kami," imbuhnya.
Untuk mendukung variasi menu itu, mereka mengandalkan gudang pangan internal yang cukup lengkap. Gudang ini dilengkapi dengan bioflok untuk budidaya ikan dan sistem hidroponik untuk sayuran.
"Isinya beragam. Dari hidroponik ada pokcoy, sawi, bayam. Untuk ikannya, ada patin, lele, nila, atau mujair," pungkas Mustaqim.
Ikan-ikan itu bisa langsung difillet, sementara sayuran dipetik segar. Jadi, pasokan bahan baku segar untuk MBG bisa dikatakan cukup terjamin dari dalam 'rumah' mereka sendiri.
Artikel Terkait
Negosiasi AS-Iran Mentok, Gencatan Senjata di Ambang Batas Waktu
Anton RIIZE Joget Dangdut Koplo Kicau Mania Meski Tak Paham Arti Lirik
Anggota DPR Desak Kemendag Perketat Peredaran Air Keras
Presiden Prabowo Hadiri Syukuran Ulang Tahun ke-67 Titiek Soeharto