“Kita lihat terus dari waktu ke waktu. MBG tidak kami potong anggarannya, tetapi kita pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien. Sambil lihat dalam waktu satu bulan,”
tambahnya lagi.
Di sisi lain, posisi MBG sendiri sudah jelas: ia dianggap sebagai pilar strategis untuk membangun kualitas SDM. Karena itu, alokasi untuk penyediaan makanan bersifat mutlak, tidak bisa ditawar. Lalu, penghematan dari mana? Itu hanya akan dilakukan jika ada usulan belanja untuk keperluan administratif yang dinilai bisa ditunda hal-hal yang tidak mendesak dan tidak langsung menyentuh substansi program.
Langkah pengawasan ketat ini, tentu saja, bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga agar program berjalan optimal, ini juga upaya menjaga kesehatan anggaran negara. Apalagi di saat tekanan seperti lonjakan harga minyak dunia bisa saja mempengaruhi fiskal. Jadi, semua dilakukan agar program tetap berjalan, tapi dengan cara yang lebih cermat.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Harga Telur Ayam Ras di 210 Daerah Tembus Batas Acuan Jelang Lebaran 2026
Konflik di Selat Hormuz Pangkas Produksi Minyak Irak Hingga 70 Persen
Putin Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan Rusia untuk Iran di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik dalam Waktu Dekat