Harga Telur Ayam Ras di 210 Daerah Tembus Batas Acuan Jelang Lebaran 2026

- Selasa, 10 Maret 2026 | 08:00 WIB
Harga Telur Ayam Ras di 210 Daerah Tembus Batas Acuan Jelang Lebaran 2026

JAKARTA – Menjelang Lebaran 2026, harga telur ayam ras di sejumlah daerah mulai merangkak naik. Bahkan, kenaikannya sudah melampaui batas harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), menyebut setidaknya ada 210 kabupaten dan kota yang mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga untuk komoditas ini.

Amalia membeberkan data terbaru. Pada minggu pertama Maret 2026, harga rata-rata nasional telur ayam ras sudah menyentuh Rp32.475 per kilogram. Angka itu jelas di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang cuma Rp32.000 per kg.

"Untuk harga telur ayam ras ini yang paling perlu mendapatkan perhatian," tegas Amalia dalam konferensi pers, Selasa (10/3/2026). "Dalam Maret minggu pertama 2026, harga rata-ratanya Rp32.475 dan sudah ada 210 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan."

Lonjakannya ternyata tidak merata. Di beberapa wilayah, gejolak harganya jauh lebih ekstrem. Ada yang naik hingga 16,31 persen, bahkan melampaui 40 persen dari HAP. Ambil contoh Pulau Taliabu, harga telur di sana mencapai Rp42.000 per kg. Sementara di Buton Utara, harganya sekitar Rp37.293 per kg.

Namun begitu, kondisi paling memprihatinkan justru terjadi di Papua. Di dua kabupaten, yaitu Intan Jaya dan Mamberamo Tengah, harga telur ayam ras disebut-sebut bisa menembus angka fantastis: Rp100.000 per kilogram.

"Bahkan yang di Papua, harga telurnya 90 persen di atas HAP dan masih mengalami inflasi 12 persen," tutur Amalia.

Fakta ini tentu mengkhawatirkan. Menurut Amalia, situasi ini mesti jadi perhatian serius pemerintah, apalagi dengan makin dekatnya momen Ramadhan dan Lebaran. Permintaan yang biasanya melonjak bisa memperparah kondisi jika tidak diantisipasi dari sekarang.

Lonjakan harga yang sudah terjadi di ratusan wilayah ini, ditambah dengan angka yang jauh melambung di atas acuan, jelas jadi sinyal alarm. Kebutuhan pokok masyarakat, terutama saat hari raya, tidak boleh terbebani oleh ketidakstabilan harga di pasar.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar