Di tengah desas-desus soal penghematan anggaran, Kementerian Keuangan memastikan satu hal: program Makan Bergizi Gratis (MBG) takkan dipangkas. Anggarannya yang mencapai Rp330 triliun itu tetap aman. Namun, bukan berarti pemerintah akan membiarkannya mengalir begitu saja. Pengawasan akan diperketat, dengan satu tujuan utama: memastikan setiap rupiah benar-benar produktif dan tepat sasaran.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sendiri yang menegaskan hal ini. Dia berjanji akan menyisir setiap detail alokasi dana MBG dengan cermat. Fokusnya jelas: belanja harus berdampak langsung pada peningkatan gizi masyarakat, bukan untuk hal-hal lain yang kurang relevan.
“Jadi MBG nggak akan dipotong, kecuali yang tidak produktif. Ya kita lihat aja. Kalau dia mengajukan untuk beli motor dan komputer maka kami coret, terutama yang nggak perlu-perlu dan tidak berhubungan dengan makanan,”
Ucap Purbaya saat ditemui di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin lalu. Pernyataannya langsung menegaskan batasan yang akan diterapkan.
Mengingat skalanya yang masif, program ini akan menjalani evaluasi berkelanjutan. Purbaya menyebut, dalam sebulan ke depan, pemantauan intensif akan dilakukan untuk mengukur efektivitas belanjanya. Intinya, nilai manfaat bagi masyarakat harus maksimal.
Artikel Terkait
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tuding AS dan Israel Sebabkan Sepinya Lalu Lintas
Harga Telur Ayam Ras di 210 Daerah Tembus Batas Acuan Jelang Lebaran 2026
Konflik di Selat Hormuz Pangkas Produksi Minyak Irak Hingga 70 Persen
Putin Tegaskan Dukungan Tak Tergoyahkan Rusia untuk Iran di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel