Dari Teheran, kabar terbaru datang mengejutkan. Iran secara tegas membantah telah menutup akses pelayaran di Selat Hormuz. Padahal, selat strategis itu kini sepi dari lalu lintas kapal tanker semenjak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terjadi.
Menlu Iran, Abbas Araghchi, justru menuding Washington sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekacauan ini. Menurutnya, hambatan di jalur pelayaran minyak global itu bukan ulah Iran.
"Produksi dan transportasi minyak melambat atau berhenti bukan karena kami," ujar Araghchi dengan nada tegas.
Dalam wawancaranya dengan PBS, media AS, dia menjelaskan lebih lanjut. "Semua ini terjadi karena serangan dan agresi Israel dan Amerika terhadap kami."
Artikel Terkait
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp811,9 Triliun
Prabowo: Ketahanan Pangan Indonesia Aman di Tengah Ketegangan Global
Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir Tahun
Harga Telur Ayam Ras di 210 Daerah Tembus Batas Acuan Jelang Lebaran 2026