Herdman: Tekanan Bukan Momok, Tapi Bahan Bakar Garuda

- Rabu, 14 Januari 2026 | 17:36 WIB
Herdman: Tekanan Bukan Momok, Tapi Bahan Bakar Garuda
Herdman dan Tekanan Memimpin Garuda

Jakarta - Tekanan? Biarlah datang. Bagi John Herdman, sosok yang baru saja diangkat sebagai nahkoda baru Timnas Indonesia, tekanan bukanlah momok yang harus ditakuti. Justru, ia melihatnya sebagai sesuatu yang istimewa. Sebuah kutukan di satu sisi, namun bisa berubah jadi anugerah yang membangkitkan semangat.

PSSI secara resmi memperkenalkan Herdman di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa lalu. Targetnya jelas dan berat: membawa Garuda ke Piala Dunia 2030. Sebuah mimpi besar yang tentu saja dibarengi dengan ekspektasi dan beban yang tidak ringan.

Namun begitu, pelatih asal Inggris itu terlihat santai menyikapinya. Dalam konferensi pers, ia berbicara layaknya seseorang yang sudah sangat akrab dengan dunia tekanan tinggi.

"Ya, bagi saya tekanan itu adalah sebuah keistimewaan," ujar Herdman.

"Ketika datang ke sebuah organisasi, lalu anda memimpin sebuah tim, dan memikul sebuah negara, terkadang tekanan itu bisa menjadi sebuah kutukan atau anugerah."

Ia tak berhenti di situ. Herdman tampaknya sudah punya formula tersendiri. Alih-alih menghindar, ia justru berniat memeluk tekanan itu, mengolahnya menjadi bahan bakar.

"Saya akan memaksimalkan [tekanan] itu menjadi sebuah anugerah untuk kita semua [di Timnas Indonesia]. Dan saya akan melanjutkan pemikiran ini atau memberikannya kepada para pemain. Saya pernah menikmati momen itu," tambahnya penuh keyakinan.

Ujian pertama bagi filosofinya itu akan datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Pada Maret mendatang, Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA Series. Inilah tantangan perdana Herdman setelah duduk di kursi kepelatihan.

Buat yang belum familiar, FIFA Series adalah turnamen persahabatan bergengsi yang dihelat FIFA setiap dua tahun sekali. Konsepnya unik, berupa turnamen mini dengan empat tim di setiap negara tuan rumah. Indonesia akan menjamu tiga tim tamu dari berbagai konfederasi, meski siapa lawan kita nanti belum diumumkan.

Jadi, suasana panas Stadion GBK nanti bukan cuma dari cuaca. Tapi juga dari sorotan pertama kepada Herdman dan cara timnya menghadapi tekanan. Ia sudah bilang akan menikmatinya. Kita lihat saja nanti.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar