Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

- Jumat, 05 Juni 2026 | 23:45 WIB
Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa harga bahan bakar minyak dan elpiji bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini, menurutnya, merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Saya ingin mengatakan bahwa karena Golkar adalah partai yang pro rakyat, saya mengulangi lagi bahwa urusan BBM subsidi, LPG subsidi, insyaallah doakan tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember,” ujar Bahlil dalam sambutannya pada acara Musyawarah Besar V Kosgoro 1957 di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Bahlil mengakui bahwa terdapat berbagai dinamika dan tekanan yang mendorong pemerintah untuk menaikkan harga energi bersubsidi. Meskipun demikian, pemerintah memilih untuk tetap mempertahankan skema subsidi demi menjaga daya beli masyarakat yang masih rentan terhadap gejolak ekonomi.

“Banyak dinamika yang meminta dinaikkan, saya katakan bahwa sudah saatnya pada saat kondisi global yang tidak menentu, kondisi global yang tidak terlalu baik-baik saja, kita pemerintah atas arahan Bapak Presiden, dan sekaligus sebagai kader Partai Golkar, sudah selayaknya harus berpihak betul kepada rakyat, karena itu subsidi kita tidak naikkan,” tegasnya.

Di luar persoalan subsidi, Bahlil juga menyoroti praktik tidak sehat dalam tata niaga ekspor sumber daya alam. Ia mengungkapkan bahwa setelah menjabat sebagai Menteri ESDM selama satu setengah tahun, ditemukan bukti adanya praktik transfer pricing dan under invoicing yang dilakukan secara sistematis dalam kegiatan ekspor komoditas. Praktik ini dinilai telah mengurangi potensi penerimaan negara secara signifikan.

“Setelah kita melihat 1,5 tahun saya jadi menteri ESDM, tidak bisa dipungkiri bahwa memang telah terjadi transfer pricing dan under invoicing, dan itu dilakukan secara by design, secara seksama,” katanya.

Ia memberikan ilustrasi, “Harga di luar, contoh Rp10.000, dia jual dari sini ke perusahaannya di negara dekat itu cuma Rp700 atau Rp800. Habis itu dia jual Rp800 ke negara itu jadi Rp1.000. Yang harusnya kita terima pajak, nilai dasarnya dari Rp1.000, akhirnya kita cuma terima dari Rp700, dan ini terjadi terus-menerus.”

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Bahlil turut menyampaikan pesan kepada para calon ketua umum Kosgoro 1957. Ia mengingatkan agar keduanya, Sari Yuliati dan La Ode Saiful Akbar, mengedepankan semangat persatuan dan kebersamaan dalam kontestasi pemilihan yang akan digelar. Kedua nama tersebut merupakan bakal calon ketua umum Kosgoro untuk periode 2026–2031.

“Tapi saya pengin Ibu Sari maupun La Ode, Kosgoro yang sudah begini bagus, harus kalian punya jiwa besar. Jiwa besar yang saya maksudkan adalah silakan bertanding, tapi untuk bersanding,” ujarnya.

“Karena tidak ada organisasi yang hebat tanpa ada kekompakan. Nggak ada, belum ada saya menemukan sebuah organisasi yang lahir dan besar untuk mencapai tujuannya tanpa ada kolaborasi dan kerja sama yang baik, belum ada,” lanjut dia.

Bahlil menilai bahwa baik Sari Yuliati maupun La Ode Saiful Akbar merupakan kader terbaik yang dimiliki oleh Kosgoro. Ia berharap keduanya dapat menjalani proses pemilihan secara sehat dan sportif demi kemajuan organisasi ke depan.

“Dua-dua ini kader bagus, dua-dua ini adalah orang yang saya sangat kenal. Persoalan bagaimana floor, lihatlah yang terbaik,” tutupnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar