Cak Imin: Keterlibatan Prabowo di Forum Perdamaian untuk Akselerasi Bantuan ke Gaza

- Senin, 09 Maret 2026 | 04:00 WIB
Cak Imin: Keterlibatan Prabowo di Forum Perdamaian untuk Akselerasi Bantuan ke Gaza

Di kawasan Gelora Bung Karno, Minggu lalu, Menteri Koordinator PMK Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menyingkap satu alasan penting di balik langkah Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace. Forum yang digagas Presiden AS Donald Trump itu, katanya, adalah upaya strategis. Tujuannya jelas: membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza yang selama ini seret.

Menurut Cak Imin, keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum diplomasi, termasuk BoP, bukan sekadar formalitas. Ini adalah cara untuk memperluas jalur distribusi bantuan. Soalnya, bantuan yang dikirim ke Gaza kerap tak sampai sepenuhnya ke tangan warga yang membutuhkan.

“Jadi begini,” ujarnya kepada para awak media yang mengepungnya.

“BoP ataupun langkah-langkah diplomasi global yang dilakukan Presiden adalah langkah-langkah untuk memaksimalkan peran kita. Peran kita itu apa? Ya kalau bantuan kepada Gaza itu banyak terpotong atau terhambat, harus dicari pintu-pintu untuk mendorong bantuan-bantuan itu bisa tepat sasaran dan bisa masuk.”

Dia lalu membeberkan persoalan teknis yang selama ini jadi ganjalan. Pengiriman bantuan terlalu sering mengandalkan metode udara diterjunkan dari pesawat. Cara itu, meski cepat, dinilai belum cukup efektif. Akses dan distribusi di lapangan masih sangat terbatas.

“Tidak hanya mengandalkan bantuan yang diterjunkan dari pesawat, tapi bisa lebih leluasa untuk masuk ke Gaza,” tegasnya.

Karena itulah, berbagai jalur diplomasi ditempuh. Mulai dari kerja sama bilateral, multilateral, sampai keterlibatan dalam forum seperti BoP. Bahkan, kunjungan Presiden Prabowo ke sejumlah negara usai dari New York disebutnya bagian dari upaya besar ini.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar