"Sekarang cadangan minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman," jelasnya.
Di sisi lain, Bahlil mengakui bahwa kapasitas penyimpanan atau storage kita memang terbatas. Ini bukan hal baru. Sejak dulu, sistem penampungan minyak tanah air hanya didesain untuk memenuhi kebutuhan sekitar 25 hari.
"Kemampuan storage tempat penampung minyak kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya itu hanya 25 hari. Jadi tempat storage-nya itu hanya 25 hari. Dari dulu ini, bukan baru sekarang," ucapnya menerangkan.
Dengan penjelasan itu, ia berharap gelombang kekhawatiran bisa mereda. Situasi di lapangan, kata Bahlil, tetap dalam pengawasan. Jadi, tak ada alasan untuk berburu-buru mengisi penuh tangki atau menimbun BBM dalam jeriken. Semua berjalan normal.
Artikel Terkait
DAMRI Resmi Buka Rute Langsung Jakarta-Bali, Tiket Mulai Rp590 Ribu
Lebaran 2026: Lebih dari Setengah Tiket Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Telah Terjual
Pemerintah Batasi Truk 13-29 Maret 2026 untuk Antisipasi Macet Mudik Lebaran
Lebih dari 14 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Dipulangkan Imbas Ketegangan di Timur Tengah