Panik membeli BBM melanda sejumlah daerah, termasuk di Takengon, Aceh Tengah, Rabu lalu. Antrean kendaraan mengular ratusan meter, sementara warga berduyun-duyun dengan jeriken di tangan. Pemicunya? Kekhawatiran bahwa konflik antara AS, Israel, dan Iran yang berimbas pada penutupan Selat Hormuz akan mengganggu pasokan bahan bakar minyak di dalam negeri.
Namun begitu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia angkat bicara. Ia dengan tegas menjamin bahwa stok BBM kita aman dan terkendali. Jadi, kata dia, masyarakat tak perlu resah.
"Enggak perlu ada panik, enggak perlu. Suplai lancar," tegas Bahlil saat dijumpai di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026).
Ia lalu merinci soal cadangan minyak nasional. Menurut Bahlil, standar minimal yang harus dipegang adalah cadangan untuk 20 hari. Nah, kondisi saat ini justru lebih baik dari angka patokan itu.
Artikel Terkait
Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Bawang dan Daging Ayam Turun
5 Destinasi Hits di Padalarang yang Mudah Diakses via Kereta Cepat KCIC
Negosiasi Konser BTS di JIS Masuk Tahap Mendalam, Kepastian April 2026
PNM Gelar Program Ramadan Madani untuk Tebar Santunan dan Edukasi Anak