Belum lagi soal produksinya. Menurut Anindya, setiap dapur bisa menghasilkan sekitar tiga ribu porsi makanan setiap hari. Kalau dapur yang beroperasi sudah seribu unit, ya angkanya mencapai tiga juta porsi. “Jadi ini suatu dampak yang jelas,” tegasnya.
Namun begitu, geliat ekonomi ini tak berhenti di situ. Anindya menambahkan, dunia perbankan pun mulai melirik. Keberadaan SPPG dinilai layak atau 'bankable' untuk mendapat suntikan dana. Ini jadi angin segar bagi keberlanjutan program.
Kadin sendiri mendorong anggotanya untuk turut serta. Dengan terlibat dalam rantai pasok, proses hilirisasi bisa lebih optimal. Efeknya berantai: bakal muncul pelanggan baru, sekaligus mendorong lahirnya usaha-usaha segar di sektor pangan.
Mulai dari peternak ayam dan telur, pemasok sayuran, hingga penyedia daging dan komoditas lain yang dibutuhkan. Semuanya mendapat ruang untuk tumbuh. Program yang awalnya bertujuan sosial, ternyata menyimpan potensi ekonomi yang cukup besar.
Artikel Terkait
Iran: 30 Persen Korban Tewas dalam Konflik Terbaru adalah Anak-anak
Kadin DKI Resmikan Dapur Percontohan Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Terharu Saksikan Bantuan Indonesia untuk Palestina
Imsak Jakarta 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB pada 7 Maret 2026