Asap tebal masih mengepul di langit Nakhchivan. Dua ledakan keras mengguncang Bandara Internasional wilayah itu, meninggalkan kerusakan parah di terminal dan landasan pacu. Rekaman video amatir yang beredar menunjukkan kepanikan. Azerbaijan, dengan nada tegas, langsung menuding Iran sebagai dalang di balik serangan drone ini.
Namun begitu, tanggapan dari Teheran datang cepat dan keras. Mereka membantah habis-habisan. "Tuduhan ini prematur dan tidak berdasar," begitu kira-kira sikap resmi mereka. Pihak Iran justru mencium ada yang tak beres. Mereka menduga ini adalah provokasi dari "pihak ketiga" yang ingin mengacaukan stabilitas di Kaukasus.
Serangan itu ternyata tak berhenti di bandara. Di Desa Shakarabad yang tak jauh dari sana, dua kawah besar ditemukan di dekat sebuah sekolah. Empat warga sipil dilaporkan terluka akibat insiden ini. Suasana mencekam langsung menyergap. Pasukan keamanan pun bergegas disiagakan di lokasi-lokasi kejadian.
Iran berkeras. Mereka menegaskan prinsipnya untuk tidak pernah menyasar fasilitas sipil. Sebaliknya, Teheran punya teori lain: ini adalah operasi 'bendera palsu'. Menurut mereka, ada skenario yang sengaja dirancang untuk memancing konflik terbuka, bukan cuma di Timur Tengah, tapi juga merembet ke Eropa. Mereka bahkan menyebut ada "aroma provokasi Zionis" di dalamnya.
Di sisi lain, kecurigaan terhadap adanya aktor lain bukannya tanpa alasan. Polanya mirip. Sebelumnya, Iran kerap jadi kambing hitam untuk serangan-serangan misterius. Sebut saja serangan ke kilang minyak Saudi Aramco di Ras Tanura yang sempat bikin pasar energi global gempar. Saat itu juga, Iran membantah dan menuding Israel.
Kasus di Siprus semakin memperkuat keraguan ini. Awalnya, serangan drone di Pangkalan Udara Akrotiri milik Inggris itu bikin panas suasana. Eropa murka, Inggris dan Prancis mengerahkan kapal perang dan jet tempur. Tapi, hasil penyelidikan justru membebaskan Iran.
Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi bahwa drone itu bukan berasal dari Iran. Fakta ini, tentu saja, membuat setiap tuduhan baru terhadap Teheran patut dipertanyakan. Ada apa sebenarnya? Situasi di Kaukasus kini seperti bom waktu. Saling tuduh, saling sangka, sementara asap di Nakhchivan baru saja mulai berdispensi.
Artikel Terkait
Rano Karno: Proses Hukum Mantan Kadis LH Terkait Longsor Bantargebang Konsekuensi yang Wajar
Kementan Perkuat Peran BUMN untuk Akselerasi Swasembada Gula
Ancol Tawarkan Diskon 87% Tiket Wahana Khusus Perempuan pada 26 April 2026
Kapolres Banyuasin Sambang Kamtibmas dan Salurkan Bansos di Air Kumbang