Trump Isyaratkan Kemungkinan Aksi Militer ke Kuba Setelah Iran

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 03:10 WIB
Trump Isyaratkan Kemungkinan Aksi Militer ke Kuba Setelah Iran

Perang dengan Iran masih berkecamuk, tapi Donald Trump sudah melirik target lain. Kali ini, sorotan Presiden Amerika Serikat itu jatuh ke Kuba.

Menurut sejumlah laporan, Trump memberi isyarat bahwa aksi militer terhadap negara Karibia itu mungkin saja terjadi. Tentu, setelah urusan dengan Iran beres dulu. Pernyataannya dilontarkan di Gedung Putih, Kamis lalu, saat ia menyambut kunjungan tim sepak bola Inter Miami.

Dia tampak bersemangat. Di hadapan hadirin banyak di antaranya warga Miami keturunan Kuba Trump memuji kerja Menlu AS Marco Rubio.

"Dia telah melakukan pekerjaan fantastis di Kuba," ujar Trump.
"Apa yang terjadi dengan Kuba sungguh luar biasa. Kami ingin menyelesaikan yang ini (perang Iran) dulu. Tapi itu cuma soal waktu. Sebelum Anda dan banyak orang luar biasa akan kembali ke Kuba," tambahnya.

Pernyataan itu terdengar seperti ancaman yang samar, namun jelas. Padahal, baru beberapa hari sebelumnya konflik di Timur Tengah memanas. Sekarang, dia sudah bicara tentang langkah besar berikutnya.

Memang, ancaman terhadap Havana bukan hal baru. Trump dan sekutunya kerap menggertak, memperketat sanksi ekonomi untuk mendesak pemerintahan komunis di sana. Tujuannya jelas: menggulingkan rezim yang tak disukainya.

Kini, dengan komentar terbarunya, suasana jadi makin tegang. Seolah-olah, daftar musuh AS tak pernah habis.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar