BANGKOK Media sosial Thailand belakangan ini ramai oleh iklan wajib militer yang nyeleneh. Alih-alih serius dan kaku, kampanye ini justru mengusung pendekatan humor yang nyelip. Hasilnya? Ternyata cukup manjur. Ribuan pemuda langsung berbondong-bondan mendaftar jadi sukarelawan.
Menurut data yang dirilis Angkatan Darat Kerajaan Thailand, per 8 April lalu mereka sudah kebanjiran lamaran. Lebih dari 30.000 aplikasi online masuk, bahkan melampaui target yang ditetapkan. “Tingkat pemenuhannya mencapai 105 persen untuk pertama kalinya dalam sejarah perekrutan sukarelawan online,” begitu pernyataan resmi mereka. Jumlah itu disebut-sebut sebagai yang tertinggi yang pernah dicatat.
Lalu, seperti apa sih iklan-iklan itu? Gaya bahasanya santai, kadang bercanda, dan langsung menyentuh persoalan sehari-hari para pemuda. Salah satu postingan menawarkan gaji pertama yang langsung ditransfer ke rekening ibu. “Gabunglah dengan pasukan darat! Gaji tinggi, makanan gratis, akomodasi di barak sudah menanti,” begitu kira-kira iming-imingnya.
Namun begitu, yang bikin banyak orang tersenyum justru konten yang lebih “relate” dengan kehidupan asmara. Misalnya, satu iklan dengan gamblang bertanya, “Bosan dengan istri? Tidak ada tempat yang lebih baik untuk menjauh darinya selain kamp militer!”
Tak cuma itu. Pengalaman patah hati pun jadi bahan kampanye.
“Putus dengan pacar? Masih merindukannya? Bergabunglah dengan rekan baru di kamp pelatihan. Anda akan berlari dan membentuk otot sedemikian rupa, sampai-sampai bakal lupa mantan dalam waktu singkat!”
Angkatan laut dan udara tak mau ketinggalan. Mereka ikut-ikutan dengan gaya promosi yang sama casual-nya. Komando Angkatan Laut, contohnya, berpromosi dengan kalimat sederhana, “Gabunglah dengan Angkatan Laut! Setidaknya Anda akan belajar berenang!”
Efeknya bisa ditebak. Kampanye ini langsung viral, membanjiri linimasa. Di sisi lain, gelombang parodi dan lelucon warganet pun ikut menyusul. Sepertinya, pendekatan santai dan jenaka ini berhasil memecah kesan menakutkan dari dunia militer. Dan yang terpenting, kuota sukarelawan pun terlampaui.
Artikel Terkait
Telkom Seleksi 27 Kandidat untuk Program Calon Pimpinan Masa Depan
TASPEN Percepat Transformasi Digital dan Kuatkan Ketahanan Bisnis di Usia ke-63
Roy Suryo Tegaskan Tak Akan Ajukan Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Perdagangan Sebut Kenaikan Harga Minyak Goreng Dipicu Distribusi dan Harga Plastik