Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah ternyata tak cuma soal isi piring. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) melihat geliat ekonomi yang nyata bermunculan dari balik dapur-dapur program ini. Lapangan kerja baru terbuka, dan angkanya cukup signifikan.
Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, membeberkan bahwa dampak MBG menjalar ke mana-mana. Di satu sisi, tentu ada pemenuhan gizi buat masyarakat. Tapi di sisi lain, program ini memutar roda perekonomian lewat penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan usaha di sepanjang rantai pasok pangan.
“Setiap SPPG bisa sampai 50 orang. Artinya kalau kita sampai kepada 1.000 SPPG bersama-sama, sekitar 50 ribu telah dikejar dan disasar untuk bekerja secara langsung,”
ujar Anindya dalam peresmian SPPG DKI Jakarta, Jumat lalu (6/3/2026).
Bayangkan saja, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur MBG itu melibatkan puluhan orang untuk menjalankannya. Itu baru tenaga kerjanya langsung.
Artikel Terkait
Iran: 30 Persen Korban Tewas dalam Konflik Terbaru adalah Anak-anak
Kadin DKI Resmikan Dapur Percontohan Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Terharu Saksikan Bantuan Indonesia untuk Palestina
Imsak Jakarta 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB pada 7 Maret 2026