Di Jakarta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sedang menyiapkan sebuah kajian ekonomi khusus. Kajian ini akan mengupas tuntas program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah. Namanya? MBGnomics.
Rencana ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie. Ia berbicara usai menggelar Rapat Pengurus Harian Kadin, Kamis lalu (5/3/2026).
“Bukan saja bagaimana bisa memberikan makanan kepada 80 juta anak dan ibu-ibu menyusui,” jelas Anindya.
“Tapi juga dampak ekonominya sampai kepada lapangan kerja serta apa yang harus dilakukan supaya supply chain-nya bisa lebih kuat.”
Menurutnya, program MBG tahap awal sudah menunjukkan hasil. Ada dampak positif yang terlihat, terutama dalam menciptakan pasar baru berkat intervensi pemerintah. Namun begitu, langkah selanjutnya butuh penilaian yang lebih mendalam. Di sinilah MBGnomics diharapkan bisa menjalankan perannya.
Intinya, kajian ini bukan sekadar laporan biasa. Tujuannya untuk memperkuat rantai pasokan bahan pangan. Dengan rantai yang kokoh, harga bahan baku pun diharapkan bisa lebih terjaga dan stabil.
Sebagai pelengkap, Kadin juga punya agenda lain. Mereka berencana menggelar Food Security Summit sekitar Mei atau Juni nanti. Waktunya masih menunggu arahan dari pemerintah. Pertemuan puncak itu nantinya akan membahas strategi ketahanan pangan nasional, sebuah topik yang kian mendesak.
Jadi, lewat MBGnomics dan rangkaian acara pendukungnya, dunia usaha berusaha mencari formula. Bagaimana program sosial seperti MBG tak hanya sehat secara gizi, tapi juga tangguh secara ekonomi.
(Rep: Eugenia Siregar)
Artikel Terkait
Ketahanan Pangan Jadi Penopang Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Kemenperin Dorong Sertifikasi SNI untuk Drone Pertanian
Kemiskinan Jakarta Turun Tipis Jadi 4,03 Persen pada September 2025
Menteri ESDM Tegaskan Kenaikan Harga LPG Non-Subsidi Bersifat Sementara, Ikuti Pasar Global