Konflik bersenjata yang kembali memanas antara Iran dan Israel, dengan Amerika Serikat di belakangnya, bukan cuma soal geopolitik. Bagi kita di Indonesia, dampaknya bisa sangat terasa, salah satunya lewat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berpotensi melonjak. Itulah kekhawatiran yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Septian Hario Seto, salah satu anggotanya, menjelaskan bahwa besaran dampaknya sangat bergantung pada satu hal: waktu. "Kalau perangnya cepat selesai, kenaikan harga mungkin tidak akan terlalu tinggi," ujarnya dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Senin (2/3/2026).
"Tapi kalau ini berlarut-larut, ya itu yang dikhawatirkan. Situasinya jadi makin tidak pasti dan gejolak harga energi bisa jauh lebih hebat."
Alasannya cukup jelas. Kawasan Timur Tengah adalah jantungnya produksi minyak dunia. Jadi, begitu ada konflik di sana, komoditas minyak mentah biasanya langsung bereaksi. Naik turunnya harga bisa terjadi dalam hitungan hari, bahkan jam.
Artikel Terkait
Serangan Drone Iran Paksa Penutupan Kilang Minyak Terbesar Saudi Aramco
Kapolri Umumkan Operasi Ketupat 2026 Digelar 13-25 Maret, Libatkan 161 Ribu Personel
NTP Nasional Naik 1,50 Persen pada Februari 2026, Daya Beli Petani Membaik
DJP Catat Lebih dari 5,2 Juta Laporan SPT Tahunan 2025, Mayoritas via Digital