YAHUKIMO - Suasana di Yahukimo, Papua Pegunungan, kini sudah kembali tenang. Ini terjadi pasca kontak tembak antara aparat dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI. Menurut Satgas Operasi Damai Cartenz, situasi benar-benar terkendali.
Semua berawal dari sebuah patroli rutin. Tim gabungan Satgas Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo sedang berkeliling di wilayah Kampung Samboga, Distrik Seredala. Mereka melintas Jalan Trans Papua siang itu, seperti biasa, untuk memastikan keamanan. Tiba-tiba, dari arah yang tak terduga, bunyi tembakan memecah kesunyian.
Peluru itu mengenai kendaraan taktis yang digunakan personel. Spontan, aparat yang berada di lokasi langsung membalas. Suasana yang awalnya biasa saja, berubah jadi pertukaran tembakan yang cukup sengit.
Tak lama, tembakan datang lagi. Kali ini dari dua sisi jalan, kanan dan kiri, membuat suasana makin mencekam. Dari balik rimbunnya hutan, bahkan terdengar suara teriakan yang diduga berasal dari kelompok bersenjata tersebut. Di lokasi, tim juga menemukan jalan yang sengaja dipalang dengan batang pohon. Rintangan ini jelas menghambat akses menuju Kampung Samboga. Dari penyisiran awal, terdeteksi setidaknya satu orang anggota KKB yang masih bersenjata di sekitar tempat kejadian.
Setelah baku tembak mereda, tim gabungan segera melakukan penyisiran menyeluruh. Hasilnya, sejumlah barang bukti berhasil diamankan. Mereka menemukan aneka barang yang ditinggalkan, mulai dari sepatu, sangkur, alat isi ulang amunisi, sampai ponsel, tas noken, pakaian, dan bahkan sebungkus rokok.
Untungnya, meski situasi sempat memanas, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh personel dilaporkan dalam kondisi selamat dan aman.
Satgas menduga, aksi KKB ini bukanlah insiden spontan. Menurut mereka, kelompok tersebut telah merencanakan gangguan keamanan, kemungkinan terkait aktivitas pasca ritual adat bakar batu yang digelar pada 11 April 2026 lalu.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan komitmennya.
“Operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan aksi kelompok bersenjata serta melindungi masyarakat. Kami akan terus melakukan patroli intensif dan tindakan tegas yang terukur terhadap setiap gangguan keamanan,” tegasnya, Jumat (17/4/2026).
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga, lebih menekankan soal pendekatan.
“Kami mengedepankan langkah preventif dan preemtif, serta memastikan setiap tindakan di lapangan dilakukan sesuai prosedur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sipil,” jelas Adarma.
Kepada warga, polisi mengimbau untuk tetap tenang. Jangan mudah terpancing oleh informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya dan masih simpang siur.
Artikel Terkait
Nelayan Temukan Sabu Lebih dari Satu Kilogram di Pantai Pangkep
BAZNAS dan Puskesmas Bagikan 114 Paket Gizi untuk Tekan Stunting di Bone
Kasadum TNI: Musuh adalah Hadiah untuk Berbuat yang Terbaik
Minibus Terjun ke Jurang 50 Meter di Padang Pariaman, Seluruh Penumpang Selamat