ITSEC Asia Dapat Restu Pemegang Saham untuk Stock Split 1:2

- Sabtu, 18 April 2026 | 16:40 WIB
ITSEC Asia Dapat Restu Pemegang Saham untuk Stock Split 1:2

Perusahaan keamanan siber ITSEC Asia (CYBR) akhirnya dapat melanjutkan rencana pemecahan sahamnya. Restu dari para pemegang saham resmi mereka dapatkan.

Keputusan penting ini diambil dalam sebuah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang berlangsung pada pertengahan April lalu, tepatnya 16 April 2026. Dengan demikian, jalan untuk melakukan stock split rasio 1:2 sudah terbuka lebar.

Kalau kita lihat kondisi saat ini, nilai nominal setiap lembar saham CYBR ada di angka Rp25. Jumlah saham yang beredar di pasar pun cukup banyak, mencapai lebih dari 6,7 miliar lembar. Nah, setelah proses stock split nanti, bakal ada perubahan signifikan.

Nilai nominal per saham akan terbelah dua, menjadi Rp12,50. Di sisi lain, jumlah saham yang beredar justru melonjak dua kali lipat, menjadi sekitar 13,4 miliar lembar. Menurut rencana, saham dengan struktur baru ini akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 26 Mei 2026 mendatang.

Bagi investor, jangan khawatir. Prinsip utama dari aksi korporasi ini adalah menjaga kesetaraan nilai. Stock split ini sama sekali tidak mengubah hak atau nilai kepemilikan saham yang kalian pegang.

Intinya, jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional. Hasilnya, nilai ekonomi total portofolio kalian tetap sama persis seperti sebelum stock split dilakukan. Jadi, ini murni penyesuaian teknis di atas kertas.

Namun begitu, tak hanya saham biasa yang terkena imbas. Perseroan juga melakukan penyesuaian untuk instrumen lainnya, yaitu Waran Seri I. Rasio penyesuaiannya adalah 1:1.

Sebelumnya, waran ini memiliki nilai exercise Rp400 dengan jumlah sekitar 240,2 juta unit. Setelah penyesuaian, nilai exercisenya turun menjadi Rp200 per waran, sementara jumlah unitnya membengkak menjadi hampir 480,5 juta waran.

Dengan segala persiapan ini, ITSEC Asia tampaknya sedang membenahi struktur modalnya untuk langkah-langkah strategis ke depan. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya setelah saham split itu resmi diperdagangkan akhir Mei nanti.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar