Ledakan keras mengguncang Caracas dini hari Sabtu lalu. Sekitar pukul dua pagi waktu setempat, suara dentuman dilaporkan terdengar dari sejumlah titik di ibu kota Venezuela itu. Kejadian ini langsung memicu berbagai spekulasi.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, tak lama kemudian bersuara. Lewat akun X-nya, ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera menggelar pertemuan darurat. "Sekarang mereka sedang memborbardir Caracas," tulisnya. Petro mendesak dunia untuk tahu: Venezuela, katanya, sedang diserang.
Meski begitu, pernyataannya itu terasa samar. Petro tak menjelaskan secara rinci bagaimana ia mendapatkan informasi tersebut. Ia juga tidak menyebut secara gamblang siapa yang dimaksud dengan kata "mereka" dalam cuitannya itu.
Namun begitu, petunjuk lain muncul. Militer Amerika Serikat akhirnya mengakui keterlibatan mereka dalam insiden yang menargetkan Caracas itu. "Mereka mengebom dengan rudal," lanjut Petro dalam cuitan terpisah, sembari mendesak OAS dan PBB untuk bertindak. Sampai berita ini diturunkan, baik Pentagon maupun Gedung Putih sendiri masih menahan komentar resmi.
Artikel Terkait
AS Gempur Venezuela, Klaim Tangkap Maduro di Tengah Kecaman Internasional
Operasi Rahasia AS: Intelijen dan Replika Rumah Aman yang Gagalkan Pelarian Maduro
Gelombang Balik Liburan: 324 Ribu Kendaraan Serbu Jakarta
Klaim Penangkapan Maduro: Sejarah Intervensi AS yang Berulang?