Ledakan keras mengguncang Caracas dini hari Sabtu lalu. Sekitar pukul dua pagi waktu setempat, suara dentuman dilaporkan terdengar dari sejumlah titik di ibu kota Venezuela itu. Kejadian ini langsung memicu berbagai spekulasi.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, tak lama kemudian bersuara. Lewat akun X-nya, ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera menggelar pertemuan darurat. "Sekarang mereka sedang memborbardir Caracas," tulisnya. Petro mendesak dunia untuk tahu: Venezuela, katanya, sedang diserang.
"Beri tahu dunia, Venezuela telah diserang."
Meski begitu, pernyataannya itu terasa samar. Petro tak menjelaskan secara rinci bagaimana ia mendapatkan informasi tersebut. Ia juga tidak menyebut secara gamblang siapa yang dimaksud dengan kata "mereka" dalam cuitannya itu.
Namun begitu, petunjuk lain muncul. Militer Amerika Serikat akhirnya mengakui keterlibatan mereka dalam insiden yang menargetkan Caracas itu. "Mereka mengebom dengan rudal," lanjut Petro dalam cuitan terpisah, sembari mendesak OAS dan PBB untuk bertindak. Sampai berita ini diturunkan, baik Pentagon maupun Gedung Putih sendiri masih menahan komentar resmi.
"Mereka mengebom dengan rudal. Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) dan PBB harus segera mengadakan pertemuan."
Insiden ini seakan menjadi puncak gunung es dari ketegangan yang sudah lama memanas. Hubungan AS dan Venezuela memang sedang berada di titik terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Pemicunya? Presiden AS Donald Trump secara terbuka menuduh kapal-kapal Venezuela menyelundupkan narkoba ke wilayah Amerika.
Tak tanggung-tanggung, pemerintahan Trump bahkan melancarkan operasi militer untuk menyerang kapal-kapal yang dituduh tersebut. Operasi itu sendiri, menurut pengakuan militer AS, menewaskan sedikitnya 107 orang.
Konflik verbal pun meruncing. Trump tak hanya menyerang kebijakan, tapi langsung ke pribadi pemimpinnya. Ia menuduh Presiden Venezuela Nicolas Maduro memimpin sebuah kartel narkoba internasional. Tuduhan yang tentu saja dibantah keras oleh Maduro.
Bagi Maduro, semua ini adalah bagian dari skema Trump untuk melengserkannya dari kursi kepresidenan. Situasinya jadi makin ruwet, dan ledakan di Caracas tadi malam hanya menambah daftar panjang perseteruan kedua negara.
Artikel Terkait
Rumah Terduga Pembunuh Penjual Ikan di Gowa Dirusak Massa Saat Warga Shalat Jumat
Jokowi Beri Tanggapan soal Lagu Pujian untuk Bahlil yang Viral di Depan Rumahnya
PBB Kecam Rencana Israel Perluas Pendudukan di Gaza hingga 70 Persen
Kementerian HAM Bantah Tuduhan Manipulasi Partisipasi Publik dalam Revisi UU HAM