AS Gempur Venezuela, Klaim Tangkap Maduro di Tengah Kecaman Internasional

- Minggu, 04 Januari 2026 | 03:24 WIB
AS Gempur Venezuela, Klaim Tangkap Maduro di Tengah Kecaman Internasional

Dunia kembali dikejutkan oleh Amerika Serikat. Kali ini, negeri Paman Sam itu melancarkan serangan militer ke Venezuela, tepat pada Sabtu (3/1) dini hari. Ledakan-ledakan dilaporkan mengguncang Caracas dan sejumlah wilayah lain.

Operasi ini berakhir dengan klaim mengejutkan: penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan elite AS. Serangan yang menyasar berbagai lokasi di ibu kota dan negara bagian itu langsung memicu badai kecaman dari pemerintah Venezuela dan mengacaukan dinamika politik internasional.

AS Akui Serangan, Penerbangan Dibatasi

Amerika Serikat secara terbuka mengakui tanggung jawabnya atas serangan militer tersebut. Di Caracas, warga terbangun oleh suara ledakan yang memicu kekacauan dan gangguan keamanan. Menurut otoritas setempat, sasaran serangan mencakup area militer dan fasilitas pemerintahan. Tak tanggung-tanggung, AS juga langsung memberlakukan pembatasan ketat. Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengeluarkan larangan bagi semua pesawat AS untuk memasuki wilayah udara Venezuela.

Venezuela Tuding Motif Perebutan Sumber Daya

Pemerintah Venezuela punya tafsir sendiri. Mereka menuding serangan ini punya tujuan yang jelas: merebut kendali atas sumber daya strategis negara, terutama minyak dan mineral berharga lainnya. Infrastruktur penting di Caracas dan sekitarnya menjadi sasaran, yang dinilai sebagai upaya terang-terangan untuk melumpuhkan kedaulatan negara.

“Tujuan serangan ini tidak lain adalah untuk merebut sumber daya strategis Venezuela, terutama minyak dan mineral,”

demikian bunyi pernyataan keras pemerintah Venezuela yang dikutip dari keterangan pers kedutaannya di Indonesia.

Mereka menegaskan, bangsa Venezuela tidak akan tunduk pada tekanan militer maupun politik dari Washington.

Kecaman Keras: Pelanggaran Piagam PBB

Respon resmi Caracas tidak main-main. Mereka mengutuk serangan AS sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Serangan yang terjadi di Caracas, Miranda, Aragua, dan La Guaira itu disebut membahayakan nyawa warga sipil yang tidak bersalah. Venezuela lantas menyampaikan kecaman ini ke komunitas internasional, meminta solidaritas global.

“Republik Bolivarian Venezuela menolak, mengecam, dan mengutuk di hadapan komunitas internasional agresi militer yang sangat serius,”

begitu bunyi pernyataan resmi mereka. Pemerintah juga memperingatkan bahwa eskalasi ini bisa mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan Amerika Latin dan Karibia, mendesak PBB untuk bertindak.

Semangat Bolívar dan Ketegangan yang Berlanjut


Halaman:

Komentar