Naga Api Mulai Padam? Strategi Herry IP Dikepung Ganda Indonesia

- Minggu, 04 Januari 2026 | 03:55 WIB
Naga Api Mulai Padam? Strategi Herry IP Dikepung Ganda Indonesia

Strategi Herry IP Dipertanyakan, Ganda Putra Malaysia Tersendat

KUALA LUMPUR – Sorotan media Malaysia kini mengarah ke Herry Iman Pierngadi. Efektivitasnya sebagai pelatih ganda putra mulai dipertanyakan, terutama setelah rentetan hasil minor yang dialami anak asuhnya saat berhadapan dengan wakil Indonesia. Beberapa turnamen terakhir seolah jadi bukti.

Herry IP begitu ia akrab disapa memang sempat membuat gebrakan. Setelah hengkang dari Pelatnas PBSI dan bergabung dengan BAM pada Februari 2025 lalu, pelatih berjuluk Naga Api itu langsung menunjukkan taring. Di awal masa kerjanya, performa ganda putra Malaysia benar-benar meroket.

Dalam waktu singkat, ia berhasil mencatatkan lima gelar. Aaron Chia dan Soh Wooi Yik menyumbang tiga di antaranya lewat Kejuaraan Asia, Thailand Open, dan Singapore Open. Dua gelar lainnya datang dari Man Wei Chong/Kai Wun Tee di Indonesia Masters dan Malaysia Masters. Saat itu, semuanya terlihat sempurna.

Namun begitu, angin berubah di penghujung tahun 2025. Dominasi itu seakan menguap.

Ganda putra Malaysia justru kerap takluk ketika berjumpa dengan wakil-wakil Indonesia. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, MURIANETWORK.COM Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, hingga Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil menjadi penghalang. Performa yang melorot itu, tentu saja, membuat posisi Herry IP jadi bahan pembicaraan.

Harian Metro, dalam laporannya pada Sabtu (3/1/2026), secara gamblang mengangkat kegelisahan ini.

“Pada penghujung musim lalu, pasangan-pasangan Malaysia kerap menelan kekalahan dari dua ganda Indonesia, yakni Sabar Karyaman Gutama–Moh Reza Pahlevi Isfahani serta Fajar Alfian–Muhammad Shohibul Fikri,”

Bagi media setempat, penurunan ini bukan sekadar kekalahan biasa. Ini adalah alarm, tanda peringatan yang harus disikapi serius.

Di sisi lain, ada dugaan bahwa strategi racikan Herry IP mulai terbaca. Lawan-lawannya, terutama Indonesia, seakan sudah memecahkan kode permainan yang diterapkannya. Ritme dan taktik yang dulu jadi senjata ampuh, kini mungkin sudah tidak lagi menjadi kejutan.

“Hal ini menjadi sinyal jelas bahwa lawan mulai memahami ritme permainan Malaysia serta taktik racikan Herry,” pungkas laporan tersebut.

Naga Api memang pernah membawa api yang membara. Tapi sekarang, tantangannya adalah bagaimana menjaga api itu tetap menyala, dan tidak mudah dipadamkan oleh lawan yang semakin paham.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar