Hasilnya cukup mencengangkan. Dari lokasi, petugas menyita 561 butir amunisi berbagai kaliber, lengkap untuk senjata laras panjang dan pendek. Tak cuma itu, mereka juga menemukan 10 magazin senjata api jenis SS1 dan AK-101. Barang bukti lain yang diamankan termasuk 12 ponsel, lima unit handy talky (HT), dan uang tunai senilai Rp79,9 juta.
Namun, ada dua barang yang paling menyita perhatian: dua unit telepon genggam. Diduga kuat, ponsel-ponsel ini milik korban kekerasan sebelumnya. Satu di antaranya konon milik anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam serangan tahun lalu. Satunya lagi diduga milik petugas keamanan saat pos PT Kristalin di Nabire dibakar beberapa pekan silam.
Merespons perkembangan ini, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Faizal Ramadhani, mengeluarkan imbauan. Dia meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
Sampai berita ini diturunkan, penyisiran di sekitar lokasi masih terus dilakukan. Tujuannya ganda: memastikan keamanan benar-benar pulih dan memburu para pelaku yang berhasil melarikan diri. Operasi penegakan hukum seperti ini, kata mereka, akan terus dijalankan secara terukur. Semua demi satu hal: stabilitas keamanan di tanah Papua.
Artikel Terkait
Serangan Drone Iran Paksa Penutupan Kilang Minyak Terbesar Saudi Aramco
Kapolri Umumkan Operasi Ketupat 2026 Digelar 13-25 Maret, Libatkan 161 Ribu Personel
NTP Nasional Naik 1,50 Persen pada Februari 2026, Daya Beli Petani Membaik
DJP Catat Lebih dari 5,2 Juta Laporan SPT Tahunan 2025, Mayoritas via Digital