Mereka tak tinggal diam. Militer Israel langsung membalas dengan serangan balasan di wilayah Lebanon, termasuk di sekitar ibu kota Beirut. Respon yang cepat dan keras ini sepertinya sudah diantisipasi banyak pihak.
Memang, meski kondisinya sudah sangat melemah akibat gempuran Israel hampir tiap hari dalam setahun terakhir, Hizbullah tetaplah kekuatan proksi Iran yang paling kuat dan paling penting di Timur Tengah. Namun begitu, Israel sudah lebih dulu mengeluarkan peringatan keras. Sebelum menyerang Iran, mereka menyatakan bahwa jika Hizbullah membuka front pertempuran baru, maka Tel Aviv akan membalas dengan kekuatan penuh.
Kini, ancaman itu menjadi kenyataan. Rudal-rudal yang melintas itu bukan cuma proyektil biasa, melainkan sinyal bahwa konflik ini bisa dengan mudah merembet ke mana-mana. Situasinya benar-benar genting.
Artikel Terkait
Inflasi Februari 2026 Capai 0,68%, Didorong Kenaikan Harga Pangan
Jenazah Try Sutrisno Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa Sebelum Dimakamkan di Kalibata
Wapres Keenam RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD
Ali Larijani, Operator Kunci di Balik Layar Pasca Kematian Khamenei