Sementara gelombang reaksi datang dari berbagai penjuru. Melansir Al Jazeera, Reza Pahlavi putra dari Shah Iran yang digulingkan justru menyampaikan hal yang bertolak belakang. Ia malah mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump atas operasi militer yang diluncurkan terhadap Iran.
“Saat pembebasan mereka sudah dekat,” ucap Pahlavi penuh keyakinan.
Dalam pernyataannya, dia mengakui pengorbanan rakyat Iran. “Rakyat Iran yang berani telah membayar harga yang mahal untuk kebebasan,” katanya. Pahlavi, yang memang bercita-cita memimpin Iran kembali, mengklaim telah menyiapkan blueprint untuk perubahan. Ia menjabarkan rencana konkret “untuk transisi yang tertib dan transparan menuju Iran yang demokratis”.
Jadi, di satu sisi ada sumpah serapah dan janji balas dendam. Di sisi lain, ada harapan dan rencana transisi dari pihak oposisi. Situasinya memanas, dan dunia jelas menunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Presiden Iran Ancam Balas Dendam ke AS dan Israel Usai Kematian Khamenei
Protes di Times Square dan Serangan Balasan Iran Menyusul Eskalasi Militer AS-Israel
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel, Iran Balas Serang