IRGC Sumpah Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Khamenei

- Minggu, 01 Maret 2026 | 10:00 WIB
IRGC Sumpah Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Khamenei

Sementara gelombang reaksi datang dari berbagai penjuru. Melansir Al Jazeera, Reza Pahlavi putra dari Shah Iran yang digulingkan justru menyampaikan hal yang bertolak belakang. Ia malah mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump atas operasi militer yang diluncurkan terhadap Iran.

“Saat pembebasan mereka sudah dekat,” ucap Pahlavi penuh keyakinan.

Dalam pernyataannya, dia mengakui pengorbanan rakyat Iran. “Rakyat Iran yang berani telah membayar harga yang mahal untuk kebebasan,” katanya. Pahlavi, yang memang bercita-cita memimpin Iran kembali, mengklaim telah menyiapkan blueprint untuk perubahan. Ia menjabarkan rencana konkret “untuk transisi yang tertib dan transparan menuju Iran yang demokratis”.

Jadi, di satu sisi ada sumpah serapah dan janji balas dendam. Di sisi lain, ada harapan dan rencana transisi dari pihak oposisi. Situasinya memanas, dan dunia jelas menunggu perkembangan selanjutnya.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar