“Apalagi ini kan, salah satu yang menjadi kekhawatiran perangnya itu di jalur transportasi dunia, termasuk Selat Hormuz dan sebagainya,” jelas Pram. Logikanya sederhana: kalau ada gangguan di sana, rantai pasok global bisa kacau. Otomatis, harga-harga berpotensi melambung tinggi.
Menyikapi situasi yang belum menentu ini, Pram tak hanya akan memantau perkembangan. Dia berencana menjalin komunikasi intens dengan berbagai pihak untuk memitigasi risiko. Namun, dia menekankan bahwa tanggung jawab ini bukan cuma di pundak pemerintah.
“Mari kita semua menjaga Jakarta bersama-sama karena ini menjadi tugas kita bersama,” ajaknya, menutup pernyataan.
Nuansa Ramadan di pesantren itu pun diselingi pesan tentang gejolak dunia yang terasa makin dekat. Ancaman itu nyata, dan kewaspadaan kolektif jadi kunci.
Artikel Terkait
Presiden Iran Ancam Balas Dendam ke AS dan Israel Usai Kematian Khamenei
Protes di Times Square dan Serangan Balasan Iran Menyusul Eskalasi Militer AS-Israel
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel, Iran Balas Serang