"Semua pejabat tinggi selamat," kata Araghchi kepada NBC, stasiun televisi AS.
Dia menambahkan, Iran siap memberi pelajaran kepada AS dan Israel. Kehilangan beberapa komandan, menurutnya, bukanlah masalah besar. Pesannya jelas: mereka masih berdiri.
Di sisi lain, ada kabar duka yang justru datang dari internal Iran sendiri. Menurut laporan Reuters yang mengutip sejumlah sumber, Menteri Pertahanan Amir Nasirzadeh dan Komandan Garda Revolusi Mohammad Pakpour dilaporkan tewas dalam serangan yang sama. Kabar ini, bagaimanapun, masih sulit diverifikasi secara independen. Situasinya jadi keruh satu pihak mengklaim kemenangan besar, pihak lain membantah sambil mengakui ada korban di tingkat menengah.
Yang pasti, ketegangan di kawasan itu kini memuncak. Setiap pernyataan, setiap klaim, punya bobotnya sendiri. Dunia menunggu kejelasan di tengah hiruk-pikuk informasi yang saling bertolak belakang.
Artikel Terkait
Menag Minta Maaf dan Tegaskan Zakat Tetap Wajib Setelah Pernyataan Picu Salah Paham
Qatar Kecam Serangan Rudal Iran, Sebut Langgar Kedaulatan dan Ancam Stabilitas Kawasan
Menhut Serahkan 833 Hektar Perhutanan Sosial di IKN, Dukung Program Unggulan Prabowo
Menteri Luar Negeri Iran Pastikan Khamenei Selamat Usai Serangan Israel-AS