Jakarta - Suasana mencekam melanda beberapa kota di Iran. Serangan udara yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat dilaporkan telah mengguncang sejumlah wilayah. Tak tanggung-tanggung, setidaknya lima kota terdampak aksi militer ini.
Menurut laporan BBC yang dirilis Sabtu (28/2/2026), dentuman keras terdengar di Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Ibu kota Teheran pun tak luput. Kantor berita Fars Iran bahkan menyebutkan, beberapa rudat menghantam kawasan strategis di Teheran, seperti Jalan Universitas dan daerah sekitar Republik. Asap langsung membubung ke langit pusat kota tak lama setelah ledakan terjadi.
Di sisi lain, kantor berita resmi Republik Islam Iran juga mengonfirmasi adanya ledakan di dua titik terpisah di Teheran. Situasi di lapangan masih berkembang dan simpang siur.
Iran Tak Tinggal Diam, Balasan Segera Diluncurkan
Respon dari Iran ternyata datang dengan cepat. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengaku telah mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran menuju Israel.
"Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel," demikian pernyataan resmi mereka.
Ini jelas menunjukkan bahwa ketegangan langsung memanas pasca serangan pertama. Iran tampaknya sudah menyiapkan skenario balasan.
Konfirmasi dari Gedung Putih
Sementara itu, dari seberang samudera, Presiden AS Donald Trump ikut angkat bicara. Melalui platform Truth Social, ia mengunggah sebuah video panjang delapan menit yang mengonfirmasi keterlibatan Amerika dalam serangan ini.
Kami masih mencermati pernyataan lengkap dan isi video tersebut. Informasi lebih detail akan segera menyusul.
Sirine Meraung, Israel Berlindung
Di Israel, keadaan darurat langsung diberlakukan. Bunyi sirine peringatan terdengar meraung-raung di berbagai penjuru, memaksa warga berlari mencari tempat aman.
Otoritas militer Israel mengaku telah memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Tujuannya jelas: mempersiapkan mereka menghadapi kemungkinan serangan balasan dari Iran.
Bahkan, langkah drastis diambil dengan menutup total wilayah udara mereka. Otoritas bandara secara resmi mengumumkan penutupan untuk semua penerbangan sipil dan mendesak publik untuk menjauhi area bandara.
Menurut seorang pejabat pertahanan Israel yang diwawancarai Reuters, serangan ini bukanlah aksi spontan. Rencananya sudah disusun matang selama berbulan-bulan. Tanggal pelaksanaannya bahkan sudah diputuskan beberapa minggu lalu, ironisnya, di saat yang sama ketika AS dan Iran masih terlibat dalam meja perundingan.
Video terkait: "Asap Membubung di Teheran seusai AS Umumkan Serang Iran"
(jbr/idh)
Artikel Terkait
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp281 Juta untuk Ahli Waris Petugas PPSU Tewas Kecelakaan Kerja
Shelter Indonesia Transformasi dari Penyedia Tenaga Kerja ke Ekosistem Operasional Terintegrasi
Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Mahasiswi
Pakar Hukum dan Pengamat Politik Dilaporkan ke Polisi Atas Ujaran Kritis