"Kami tertarik buka stan lagi tahun ini," kata Dendi Wibowo, perwakilan Aprindo.
Pada TEI sebelumnya, mereka membawa sekitar lima UMKM binaan. Buat Dendi, acara ini strategis banget buat mempertemukan pelaku usaha kecil dengan buyer potensial, mengingat keramaian dan keberagaman pengunjungnya. Harapannya, TEI 2026 bisa jadi platform promosi yang lebih kuat, membantu UMKM siap ekspor untuk benar-benar go global.
Suara lain datang dari dunia industri. Adara, Junior Manager International Business PT Burden Eagle Indonesia, berharap ada inovasi lebih lanjut dari penyelenggara.
"Khususnya soal akses data pengunjung bagi peserta. Itu akan memudahkan pendekatan kami ke buyer," ujarnya.
Meski begitu, Adara mengapresiasi responsifnya pihak penyelenggara, Debindo, selama persiapan berlangsung. Komunikasi berjalan cukup baik.
Jadi, semua mata kini tertuju pada Oktober mendatang. Apakah target USD 17,5 miliar itu bisa dipukul lagi, atau bahkan ditinggalkan jauh di belakang? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Wamen Investasi: Perizinan Berbelit Sebabkan Indonesia Kehilangan Potensi Investasi Rp1.500 Triliun
Imsak Jakarta Jumat 27 Februari 2025 Pukul 04.33 WIB
Gubernur DKI Targetkan Program LPDP Jakarta Dimulai 2027, Sempat Terhambat Pemotongan DBH
Pemprov DKI Wajibkan Warga Lapor Sebelum Mudik Lebaran 2026