Nvidia Anjlok 5,5% Meski Laporan Kuartalan Solid, Seret Saham Teknologi Lain

- Jumat, 27 Februari 2026 | 07:00 WIB
Nvidia Anjlok 5,5% Meski Laporan Kuartalan Solid, Seret Saham Teknologi Lain

Wall Street menutup perdagangan Kamis (26/2/2026) dengan catatan merah. Yang menarik, Nvidia justru tergelincir meski melaporkan kinerja kuartalan yang cukup solid. Penurunan itu pun ikut menyeret saham-saham sektor chip lainnya.

Indeks S&P 500 akhirnya merosot 0,4 persen ke level 6.909,01 poin. Sementara itu, Nasdaq Composite yang penuh dengan saham teknologi, jatuh lebih dalam: 1,2 persen menjadi 22.878,38 poin. Hanya Dow Jones yang bertahan hampir datar, ditutup sedikit di zona hijau pada 49.499,51 poin.

Padahal, sesi sebelumnya sempat diwarnai sentimen optimis. Isu seputar teknologi baru dan prospek AI mendorong kenaikan. Tapi rupanya, angin berubah arah pada hari Kamis.

Nvidia sendiri sebenarnya mencetak angka yang impresif. Untuk kuartal yang berakhir Januari, pendapatan dan laba mereka melampaui perkiraan analis. Namun, pasar tampaknya menginginkan lebih dari sekadar angka bagus.

“Hasil di pasar, baik Nvidia dan produsen chip lainnya atau investasi berkelanjutan dari Alphabet dan Meta semuanya menggarisbawahi persoalan yang sama di mana permintaan pabrik AI dan komputasi terus tumbuh secara eksponensial,” kata Matt Langman, SVP dan GM solusi infrastruktur di Phononic.

Ia menambahkan, "Kami menyambut baik dan merasa termotivasi oleh momentum berkelanjutan di bidang pusat data ini, dan khususnya dorongan untuk memaksimalkan kinerja, mengoptimalkan pemanfaatan energi, dan memanfaatkan potensi besar infrastruktur AI secara global."

Namun begitu, para investor punya keluhan lain. Mereka khawatir raksasa semikonduktor ini kurang memberi imbal hasil yang memadai bagi pemegang saham.

Yvette Schmitter, CEO perusahaan konsultan IT Fusion Collective, mengungkapkan detailnya. Menurutnya, Nvidia menghasilkan uang tunai hingga USD35 miliar di kuartal keempat. Tapi, imbal hasil yang diberikan hanya 12 persen jauh turun dari 52 persen di periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini terjadi bersamaan dengan klaim Nvidia bahwa chip Ampere mereka laris terjual habis, yang seharusnya jadi sinyal positif untuk permintaan.

Akibatnya, saham Nvidia anjlok 5,5 persen di penutupan. Efek berantainya terasa. Raksasa chip lain seperti Broadcom dan ASML ikut terseret ke zona merah.

Keith Lerner, kepala investasi di Truist, mencoba membaca situasi ini. "Pasar bukan hanya tentang kabar baik atau buruk, tetapi tentang bagaimana hasil dibandingkan dengan ekspektasi. Nvidia masih naik lebih dari 1.400 persen dari titik terendah Oktober 2022, jadi standar untuk kejutan positif tetap tinggi," ujarnya.

Ia juga melihat adanya pergerakan rotasi. "Sebaliknya, saham-saham perangkat lunak pulih setelah kinerja yang jauh di bawah ekspektasi, di mana ekspektasi menjadi sangat rendah. Akibatnya, sebagian dari pergerakan hari ini mencerminkan rotasi sederhana," jelas Lerner.

Jadi, di tengah laporan keuangan yang gemilang, pasar justru memilih untuk mengambil untung dan berhati-hati. Sebuah pengingat klasik bahwa di Wall Street, memenuhi ekspektasi seringkali lebih sulit daripada sekadar mencetak laba.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar