Pertamina Catat Lonjakan Konsumsi BBM Berkualitas Jelang Mudik Lebaran 2026

- Minggu, 29 Maret 2026 | 03:00 WIB
Pertamina Catat Lonjakan Konsumsi BBM Berkualitas Jelang Mudik Lebaran 2026

Jakarta, 28 Maret 2026 – Saat arus mudik dan balik Lebaran mulai bergerak, PT Pertamina Patra Niaga mengklaim stok energi nasional dalam kondisi aman. Mereka memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bakal terjaga selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Yang menarik, bukan cuma jumlahnya yang diamankan, tapi juga pola konsumsi masyarakat yang berubah.

Data dari monitoring internal perusahaan pada 9 hingga 26 Maret 2026 menunjukkan, konsumsi BBM jenis gasoline melonjak rata-rata 16 persen. Angka ini dibandingkan dengan konsumsi harian normal di bulan Januari lalu. Ternyata, peningkatan ini banyak disumbang oleh bahan bakar berkualitas seperti Pertamax Series.

Masyarakat sepertinya lebih memilih BBM dengan oktan tinggi untuk perjalanan jauh mudik mereka. Performa mesin yang lebih optimal dan efisiensi bahan bakar jadi pertimbangan utama.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, membenarkan tren ini. Menurutnya, pilihan masyarakat terhadap BBM berkualitas memang sejalan dengan kebutuhan mobilitas jarak jauh.

“Peningkatan konsumsi gasoline, khususnya Pertamax Series, menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memilih bahan bakar berkualitas untuk mendukung perjalanan mudik dan balik yang lebih nyaman dan efisien,” jelas Roberth dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3).

Lalu, seberapa signifikan kenaikannya? Rinciannya cukup mencengangkan. Konsumsi harian Pertamax (RON 92) naik sekitar 33,9 persen. Sementara Pertamax Turbo, yang ditujukan untuk kendaraan berperforma tinggi, juga ikut meroket 33,7 persen.

Namun begitu, yang paling mencolok justru produk ramah lingkungan mereka, Pertamax Green. Bahan bakar ini mencatatkan kenaikan konsumsi harian tertinggi, nyaris dua kali lipat atau tepatnya 95,8 persen! Angka itu jelas menunjukkan adanya pergeseran minat, meski mungkin masih di segmen tertentu, ke produk yang lebih hijau.

Puncak konsumsi gasoline sendiri terjadi pada 19 Maret 2026, dengan kenaikan fantastis 37,8 persen. Saat arus balik, tepatnya 26 Maret, peningkatannya masih bertahan di angka 20,1 persen.

Di sisi lain, tren positif tak hanya terjadi di BBM jenis gasoline. Untuk produk gasoil seperti Pertamina Dex, konsumsi hariannya naik 27,4 persen. Dexlite juga ikut naik, meski lebih moderat, yaitu 4,9 persen.

Tak ketinggalan, konsumsi LPG dan avtur pun ikut merangkak naik. LPG naik 8,6 persen, seiring dengan meningkatnya aktivitas memasak di rumah saat Lebaran. Sementara avtur, yang digunakan pesawat terbang, naik 4 persen. Bahkan, puncak konsumsi avtur justru terjadi saat arus balik, pada 25 Maret, dengan lonjakan hingga 22,1 persen.

Menghadapi gelombang permintaan ini, Pertamina Patra Niaga mengaku sudah menyiapkan segalanya. Roberth menambahkan, mereka telah mengerahkan infrastruktur dan layanan tambahan untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Seluruh jaringan siaga telah diaktifkan. Mulai dari 2.074 SPBU yang beroperasi 24 jam, sekitar 6.300 Agen LPG Siaga, hingga layanan keliling seperti motorist BBM dan LPG. Mereka juga menyebar 95 unit layanan modular BBM dan 61 Kiosk Pertamina Siaga di titik-titik strategis.

Yang cukup manusiawi, Pertamina juga menyediakan 43 titik Serambi MyPertamina. Tempat-tempat ini difungsikan sebagai fasilitas istirahat bagi para pemudik yang kelelahan di tengah perjalanan panjang mereka. Upaya kecil, tapi mungkin sangat berarti di tengah kepadatan arus mudik.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar