Ikan sapu-sapu sedang jadi sasaran empuk. Bukan cuma warga biasa, tapi juga aparat pemerintah dan bahkan anggota TNI ikut turun tangan menjaring mereka. Tujuannya satu: menyelamatkan lingkungan dari invasi ikan ini.
Semua berawal dari keprihatinan masyarakat Jakarta melihat kondisi Sungai Ciliwung. Di sana, populasi sapu-sapu meledak luar biasa. Kenapa? Sangat sederhana: mereka tak punya musuh alami di habitat barunya itu.
Tanpa predator yang mengontrol, ikan bernama ilmiah Hypostomus plecostomus itu berkembang biak dengan cepat sekali. Akibatnya, mereka mendominasi bahkan menguasai ekosistem air tawar di Ibu Kota. Keseimbangan alam pun terganggu.
Di sisi lain, gelombang perburuan makin kencang setelah video-video penangkapan ramai beredar di media sosial. Kekhawatiran akan rusaknya ekosistem air tawar mendorong banyak orang untuk ambil bagian, entah dengan jaring atau langsung menangkap pakai tangan.
Kini, gerakan itu makin masif. Pemerintah dan TNI resmi turun lapangan. Upaya kolektif ini diharapkan bisa meredam laju populasi si ikan invasif.
Artikel Terkait
Kapolri Tegaskan Penerimaan Akpol 2026 Tanpa Biaya dan Kuota Khusus
Bupati Tulungagung Jadi Tersangka KPK atas Dugaan Pemerasan Pejabat
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tersangka Pemerasan dan Pengadaan Proyek
InJourney Airports Catat 38,2 Juta Penumpang di Kuartal I 2026