Target 24.000 Layanan Gizi Baru untuk Dukung Program Makan Gratis 70 Juta Orang

- Senin, 01 Desember 2025 | 20:50 WIB
Target 24.000 Layanan Gizi Baru untuk Dukung Program Makan Gratis 70 Juta Orang

Di tengah upaya memperluas akses layanan gizi nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) punya target ambisius. Mereka ingin lebih dari 24.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berdiri menjelang akhir tahun depan. Angka itu bukan sekadar wacana.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, baru-baru ini membeberkan rinciannya. Itu terjadi dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia 2025, yang digelar di Park Hyatt Jakarta, Senin lalu.

“Di akhir tahun 2025 ini, kita kemungkinan besar akan membentuk 20 ribu SPPG di daerah aglomerasi dan 4.700 di daerah terpencil. Dan sekaligus juga memperbaiki sistem yang ada,”

katanya.

Jadi, fokusnya dua hal. Membangun unit layanan baru dan membenahi sistem yang sudah jalan. Menurut Dadan, perluasan ini bukan cuma soal jumlah. Kualitas layanan yang ada juga harus ditingkatkan agar manfaatnya benar-benar terasa.

Lantas, apa dampaknya jika target itu tercapai? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rencananya bakal dijalankan serentak mulai Januari 2026. Skalanya luar biasa: bisa menjangkau 60 hingga 70 juta orang.

“Jika akhir tahun ini kita bisa membentuk SPPG sesuai target, maka di awal tahun kami akan melayani serempak antara 60-70 juta penerima manfaat. Dan itu akan menghabiskan anggaran Rp900 miliar per hari. Ketika nanti sudah mencapai 82,9 juta, maka satu hari Rp1,2 triliun,”

jelas Dadan lebih lanjut. Angka anggaran itu menunjukkan betapa besarnya komitmen yang dibutuhkan.

Di sisi lain, Dadan tak lupa menyampaikan apresiasi. Dukungan dari Kadin Indonesia dan para anggotanya disebutnya sangat vital untuk mewujudkan semua ini.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kadin dan seluruh anggotanya karena telah berkontribusi positif dalam program Makan Bergizi Gratis. Mereka menjadi pejuang-pejuang Merah Putih, tidak hanya membangun SPPG di daerah aglomerasi tetapi juga di daerah terpencil,”

ungkapnya.

Terlihat jelas, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dianggap kunci. Tanpa itu, target puluhan ribu SPPG dan layanan untuk puluhan juta penerima manfaat mungkin hanya akan jadi rencana di atas kertas.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar