Selasa (3/3/2026) lalu, di tengah keriuhan kunjungannya ke Glodok, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melontarkan kabar penting. Proyek penghubung permanen antara Jakarta International Stadium (JIS) dan kawasan Ancol akhirnya rampung. Bahkan, pengumuman ini disampaikannya di depan mantan gubernur Anies Baswedan, yang dianggapnya sebagai pewaris sekaligus pencetus awal megaproyek JIS.
"Legacy Mas Anies yang luar biasa itu adalah JIS," ujar Pramono.
"Sekarang ini sudah kami hubungkan dengan Ancol. Bulan Mei nanti akan diresmikan," tambahnya.
Ini bukan sekadar proyek fisik biasa. Langkah ini diharap jadi solusi akhir dari masalah klasik yang menghantui stadion berkelas internasional itu sejak dibuka: parkir. Dengan adanya penghubung ini, kendaraan bisa dititipkan di area parkir luas Ancol. Pengunjung tinggal berjalan kaki sekitar 350 meter saja menuju stadion.
"Sehingga JIS betul-betul menjadi tempat yang, saya sebut sebagai masa depan Jakarta," lanjut Pramono menjelaskan visinya.
Namun begitu, jalan menuju penyelesaian ini ternyata berliku. Wacana untuk menyambungkan kedua kawasan ini sebenarnya sudah mengudara sejak Oktober 2021. Kala itu, nota kesepahaman sudah ditandatangani. Tapi kemudian, segalanya macet.
Politik lokal waktu itu memanas. Isu reklamasi Ancol yang jadi perdebatan sengit membuat rencana jembatan ikut terseret. Para aktivis lingkungan geram. Di sisi lain, sejumlah anggota dewan dari kubu oposisi juga menyoroti desain JIS yang dianggap abai soal aksesibilitas bagi pengunjung biasa. Proyek pun terbengkalai, mandek hingga masa jabatan Anies berakhir di 2022.
Kebuntuan baru mulai terpecah saat pemerintah pusat turun tangan secara kilat di 2023. Demi menyokong penyelenggaraan Piala Dunia U-17, sebuah jembatan darurat akhirnya dibangun. Itulah batu loncatan yang kini berujung pada penyelesaian fasilitas permanen.
Kini, dengan penghubung yang akan segera diresmikan itu, masalah parkir diharapkan tak lagi jadi momok. JIS pun bisa benar-benar berfungsi maksimal. Apalagi aksesnya sudah makin komplet dengan hadirnya stasiun KRL yang berhenti persis di kawasan stadion.
Setelah melalui proses yang panjang dan penuh polemik, episentrum olahraga dan hiburan ibu kota itu akhirnya satu langkah lebih dekat dengan cita-citanya.
Artikel Terkait
Pimpinan DPR Gelar Makan Siang di Kantin Demokrasi, Bahas Persatuan di Tengah Geopolitik Global
Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Balas Jika Blokade AS Berlanjut
Menteri Keuangan: IMF dan Bank Dunia Percaya Ekonomi Indonesia Bergerak ke Arah yang Benar
Unpad Gelar Workshop Robotik untuk Siapkan Mahasiswa Hadapi Industri