Pria Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Pembacokan di Sumenep Masih Buron

- Jumat, 30 Januari 2026 | 14:15 WIB
Pria Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Pembacokan di Sumenep Masih Buron

Suasana mencekam menyelimuti Dusun Gunung Malang, Desa Lenteng Barat, Kamis lalu. Seorang pria ditemukan tewas di sana, tubuhnya bersimbah darah. Kejadian di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura ini langsung mengguncang warga sekitar.

Korban yang sudah tak bernyawa itu diketahui memiliki sejumlah luka bacok. Dari identifikasi sementara, korban adalah seorang pria berinisial M. Dia berasal dari Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Hingga saat ini, siapa pelaku dan apa motif di balik kekerasan berujung maut itu masih menjadi misteri. Polisi pun masih memburu.

Plt Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti, membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut. Menurutnya, tim gabungan masih melakukan pengejaran terhadap tersangka yang melarikan diri.

"Memang benar telah terjadi pembunuhan di Kecamatan Lenteng. Tersangka melarikan diri dan tim resmob maupun polsek sedang melakukan pengejaran. Untuk motif dalam kejadian itu masih kita lakukan penyelidikan,"

Ujar Kompol Widiarti, Jumat (30/1/2026).

Dia menjelaskan, begitu laporan dari warga masuk, petugas langsung bergerak cepat. Mereka mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP dan tentu saja, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Di sisi lain, pengejaran masih terus digencarkan. Tim Resmob Polres Sumenep bersama jajaran Polsek Lenteng berusaha melacak jejak pelaku yang kabur usai kejadian.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak panik. Namun, jika ada yang memiliki informasi terkait kasus ini, diharap segera melapor. Semua petunjuk akan sangat membantu.

Kasus pria tewas bersimbah darah ini jelas masih ditangani secara intensif. Tujuannya satu: mengungkap pelaku dan motif kejadian yang merenggut nyawa itu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler