Presiden Prabowo Undang Ketum Parpol untuk Silaturahmi dan Tukar Pandangan

- Selasa, 03 Maret 2026 | 20:25 WIB
Presiden Prabowo Undang Ketum Parpol untuk Silaturahmi dan Tukar Pandangan
Pertemuan Parpol di Istana

Para Ketum Parpol Berdatangan ke Istana, Ada Apa?

Selasa malam (3/3/2026) lalu, Istana Jakarta ramai dikunjungi tamu-tamu penting. Satu per satu ketua umum partai politik yang punya kursi di parlemen memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto. Suasana di sekitar kompleks istana tampak sibuk sejak pukul tujuh malam.

Dari pantauan, beberapa nama besar terlihat hadir. Ada Surya Paloh dari NasDem, Bahlil Lahadalia dari Golkar, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mewakili Demokrat. Tak ketinggalan, Zulkifli Hasan (PAN), Almuzzammil Yusuf (PKS), serta Muhaimin Iskandar dari PKB juga hadir memenuhi panggilan presiden.

Saat ditanya wartawan tentang agenda pertemuan, Surya Paloh mengaku belum tahu banyak. Rupanya, dia dan yang lain datang terutama karena menghormati undangan.

"Belum tahu juga. Kita dengar dulu, bapak presiden yang undang kita. Nanti kita lihat apa yang dibicarakan apa yang diskusikan,"

Begitu kata Paloh singkat sebelum masuk.

Pendapat serupa diungkapkan AHY. Menurutnya, pasti ada hal penting yang mendasari pertemuan ini. Dia lebih memilih untuk mendengarkan terlebih dahulu apa yang akan disampaikan Prabowo.

"Saya rasa kita mendengarkan dulu apa yang beliau sampaikan kepada kita semua. Para pemimpin partai politik juga diundang, semuanya hadir, dan mantan-mantan presiden. Jadi pastinya ada sesuatu yang penting dan strategis yang akan dibahas,"

ujar AHY.

Di sisi lain, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan sedikit penjelasan. Pertemuan ini, katanya, lebih bersifat silaturahmi dan tukar pandangan tentang kondisi terkini. Presiden ingin mendengar langsung dari para tokoh.

"Alhamdulillah hampir sebagian besar hadir. Tentu untuk berdiskusi, bersilaturahmi, saling tukar pandangan. Bapak Presiden ingin mendengarkan pandangan,"

kata Teddy.

Ketika ditanya lebih detail, Teddy tak mau berpanjang lebar. Hanya saja, dia menegaskan bahwa hampir semua isu akan disentuh. Terutama situasi geopolitik global yang dinamis belakangan ini.

"Intinya, semuanya dibahas," tutupnya singkat sebelum acara dimulai.

Pertemuan malam itu pun berlangsung tertutup. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut mengenai hasil pembicaraan. Yang jelas, berkumpulnya para pucuk pimpinan partai di istana selalu menarik untuk dicermati.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar