Namun begitu, Saor buru-buru meluruskan. Latar belakang keluarga, anak pejabat atau bukan, sebenarnya bukan masalah utamanya. Bukan itu poinnya.
Yang justru jadi pertanyaan besar adalah soal keadilan proses. “Nggak, nggak salah. Tapi pertanyaannya adalah, apakah mereka itu diproses dengan fair,” tegasnya.
Logikanya sederhana. Jika proses rekrutmen sejak hulu tidak dibenahi, beban pengawasan di hilir akan semakin berat. Pengawas akan terus kelelahan menambal kebocoran yang seharusnya bisa dicegah dari sumbernya.
Maka, pembenahan sistem rekrutmen bukan sekadar langkah awal. Itu adalah langkah penting agar agenda reformasi Polri betul-betul efektif dan punya napas panjang. “Nah, oleh karena itu menurut saya mulai dulu dari apa namanya hulu ini. Hulu itu yang diawali, ya,” pungkas Saor menutup pandangannya.
Artikel Terkait
Bareskrim Polri Tetapkan Koh Erwin sebagai DPO Kasus Narkoba dan Suap ke Mantan Kapolres
IKI Februari 2026 Sentuh Level Tertinggi Kedua, Mayoritas Subsektor Masih Ekspansi
Pemerintah Godok RUU Kewarganegaraan, Syarat Jadi dan Lepas WNI Diperketat
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Maaf atas Gesekan Polisi-Masyarakat