Targetnya jelas: membersihkan Kamboja dari sarang penipuan siber. Operasi nasional yang digelar bukan cuma soal keamanan dalam negeri. Di balik itu, ada upaya memperbaiki reputasi negara di mata dunia. Citra Kamboja yang sempat tercoret oleh maraknya kejahatan digital ini ingin dipulihkan.
Nah, pemerintah ternyata sudah punya batas waktu yang ketat. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Touch Sokhak, mengungkapkan tenggat itu. April 2026 dijadikan target pemberantasan total terhadap semua jaringan penipuan daring yang masih tersisa.
Cerita di balik angka-angka besar tadi sebenarnya cukup kompleks. Banyak dari pekerja di pusat scam itu adalah korban perdagangan manusia, terjebak dalam jerat sindikat. Tapi, di sisi lain, tidak sedikit pula yang bergabung atas kemauan sendiri, tergiur oleh iming-iming penghasilan besar dari aksi penipuan mereka.
Artikel Terkait
Polri Bentuk Satgas Haji 2026 Cegah Penipuan yang Rugikan Masyarakat Rp92,64 Miliar
AS Kerahkan Dua Kapal Perang ke Selat Hormuz, Iran Bantah dan Klaim Kendali Penuh
Polri Gagalkan 1.243 Calon Jemaah Haji Ilegal Sepanjang 2025
Harley-Davidson Luncurkan Platform Ride untuk Transformasi Merek dan Perkuat Komunitas